BYD 'Ngebut' di RI, Baru 2 Tahun Sudah Masuk 6 Besar Mobil Terlaris

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 11:30 WIB
BYD, produsen kendaraan listrik asal China, sukses meraih posisi enam besar di pasar otomotif Indonesia dengan penjualan 46.711 unit pada 2025.
BYD, produsen kendaraan listrik asal China, sukses meraih posisi enam besar di pasar otomotif Indonesia dengan penjualan 46.711 unit pada 2025. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mencatatkan pencapaian gemilang di pasar otomotif Indonesia. Meski baru sekitar dua tahun beroperasi di Tanah Air, BYD berhasil merangsek masuk jajaran enam besar merek mobil terlaris di dalam negeri.

Capaian ini menjadi bukti tingginya penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik sekaligus strategi agresif BYD di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menutup tahun 2025, BYD berhasil memperoleh angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer sebanyak 46.711 unit, dengan pangsa pasar 5,8 persen. Sedangkan, retailnya 44.342 unit, dengan market share 5,3 persen.

Hasil itu tidak hanya membuat BYD menjadi merek mobil nomor enam terlaris di dalam negeri, tetapi sebagai produsen paling laris untuk penjualan mobil listrik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kiprah BYD juga makin tajam bila penjualan merek Denza ikut dihitung. Selama 2025, Denza yang hanya memiliki satu model, yaitu D9, mampu mengumpulkan angka wholesales sebanyak 7.474 unit dan retail 7.324 unit.

Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia beberapa waktu lalu sempat mengatakan selama dua tahun di Indonesia, perusahaan terus menghadirkan line-up yang sesuai dengan kebutuhan serta preferensi masyarakat. Ini menjadi salah satu kunci mengapa merek ini langsung diterima konsumen Indonesia.

"Kami bukan sekadar datang membawa produk, tetapi membawa visi untuk masa depan yang lebih bersih dan lebih baik," kata Eagle saat itu.

Eagle menegaskan langkah BYD tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membangun fondasi ekosistem yang kuat, mulai dari edukasi publik, perluasan jaringan, hingga pengakuan dari media dan industri otomotif nasional.

Kini, perusahaan juga tengah membangun sebuah pabrik perakitan mobil listrik di Subang, Jawa Barat.

Pabrik dengan kapasitas 150 ribu unit per tahun dan nilai investasi Rp11,2 triliun tersebut, kabarnya telah memasuki tahap akhir pembangunan. Perusahaan meyakini pabrik siap beroperasi kuartal pertama 2026.

"Melalui inovasi, edukasi, dan kolaborasi berkelanjutan, kami akan terus membuka akses terhadap mobilitas yang lebih aman, efisien, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia," ujar Eagle.

Sejauh ini BYD telah merilis beberapa mobil listrik untuk pasar Indonesia seperti M6, Atto 1, Atto 3, Dolphin, e6, Sealion 7, dan Seal. Untuk Denza hanya D9.

(ryh/dmi)


[Gambas:Video CNN]