Vinfast Pasang Target 30 Ribu Titik Charging Station di Indonesia
Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, Vinfast, menargetkan pembangunan fasilitas pengisian daya baterai kendaraan (charging station) hingga 30 ribu titik di Indonesia pada 2026. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional.
Pengembangan infrastruktur ini dilakukan melalui perusahaan afiliasi, V-Green. Kini, perusahaan itu telah memasang sekitar 2.500 titik pengisian daya di berbagai wilayah Indonesia.
Lihat Juga :EVOLUTION INDONESIA FORUM Vinfast Ogah Perang Harga, Pilih Bangun Ekosistem Mobil Listrik di RI |
"Ekosistem berikutnya adalah charging dengan sister company kami, V-Green. Saat ini kami sudah pasang 2.500 di Indonesia. Target kami sampai akhir tahun 30 ribu titik," kata Chief Executive Officer VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto dalam acara EVolution Indonesia Forum CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (3/2).
Ia menilai keterbatasan infrastruktur pengisian daya masih menjadi kendala utama masyarakat, khususnya di daerah. Kondisi ini berpeluang menghambat peralihan kendaraan berbahan bakar fosil (ICE) ke kendaraan listrik.
Ia juga menyebut tak sedikit calon konsumen menunda pembelian kendaraan listrik akibat keterbatasan infrastruktur.
"Orang di daerah punya keinginan beralih dari ICE, tapi terkendala infrastruktur. Jadi mereka nunda beli. Makanya kalau kami siapkan, mereka tentu akan confident," ujarnya.
VinFast tidak hanya memusatkan pembangunan infrastruktur di Pulau Jawa, tetapi memperluasnya ke pulau lain. Perusahaan juga menggandeng sejumlah mitra strategis untuk mempercepat penyebaran stasiun pengisian, salah satunya PT Pos Indonesia.
Lihat Juga :EVOLUTION INDONESIA FORUM Vinfast Uji Coba Pabrik Subang, Produksi Massal Setelah Lebaran |
Kariyanto berharap langkah ini dapat mendorong adopsi kendaraan listrik lebih cepat dan merata di Indonesia, seiring kesiapan ekosistem pendukung di Tanah Air.
"Kami juga kolaborasi misalnya dengan Pos Indonesia. Di seluruh kantor pos sekarang sudah ada. Mungkin mobilnya belum ada di wilayah tersebut, tapi kami udah siapkan. Dengan hal itu harapannya dapat cepat adopsi EV ini," kata dia.
Hal ini juga dilakukan Vinfast dalam menyambut kehadiran motor listrik perdana di Indonesia, di mana produk belum dirilis, namun infrastruktur swap battery telah disebar.
Motor listrik Vinfast sendiri baru akan meluncur di Indonesia pada kuartal kedua 2025 atau sekitar April-Juni.
(ryh/fea)