Grup Volkswagen Kencangkan Ikat Pinggang, Badai PHK Bakal Datang?

CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 19:00 WIB
Grup Volkswagen disebut bakal memangkas 35 ribu karyawan di Jerman hingga 2030. (REUTERS/MATTHIAS RIETSCHEL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Grup Volkswagen berencana memangkas biaya sekitar 20 persen di seluruh lini merek pada akhir 2028 untuk memperkuat pondasi keuangan menghadapi dampak kenaikan biaya operasional, kompetisi bersama merek China serta tarif Amerika Serikat.

CEO Oliver Blume dan kepala keuangan Arno Antlitz mempresentasikan rencana penghematan "besar-besaran" ini dalam sebuah pertemuan tertutup dengan para eksekutif puncak di Berlin pada pertengahan Januari 2026.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan Volkswagen telah meluncurkan program di seluruh merek dan entitasnya tiga tahun lalu dan sejak itu berhasil menghemat dana sekitar puluhan miliar euro. Program tersebut memungkinkan grup mengimbangi tekanan geopolitik seperti tarif AS.

Namun Reuters dalam laporannya menyebutkan pertemuan ini belum secara spesifik mengungkap sektor yang akan dihemat serta bagaimana kerja sama antar-merek dapat ditingkatkan. Penutupan pabrik juga disebut-sebut sebagai salah satu opsi yang mungkin dipertimbangkan.

Ketua dewan pekerja Volkswagen Daniela Cavallo mengakui laporan tersebut tetapi menyoroti kesepakatan dengan Volkswagen AG yang dicapai pada akhir 2024.

"Dengan perjanjian ini, kami secara tegas menolak penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja karena alasan operasional," kata Cavallo dalam sebuah pernyataan, dilansir Rabu (18/2).

Pangkas 35 ribu pekerja

Produsen mobil terbesar di Eropa ini disebut sedang dalam proses memangkas 35 ribu pekerja di Jerman hingga 2030. Pada Januari mereka berencana mengurangi posisi manajemen dan mengonsolidasikan platform produksinya, dengan target penghematan 1 miliar euro (US$1,2 miliar) dalam periode yang sama.

Juru bicara Volkswagen menambahkan bahwa Blume akan memberi pembaruan dalam konferensi pers hasil tahunan perusahaan pada 10 Maret.

Dilaporkan juga pengeluaran Volkswagen untuk perangkat lunak serta pengembangan ganda mesin pembakaran internal dan sistem penggerak listrik masih tetap tinggi, mengutip sumber yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Tak hanya Volkswagen, merek lain asal Jerman, Mercedes-Benz juga sedang berada di masa sulit sehingga pilihan 'ikat pinggang' menjadi solusi terbaik bagi perusahaan.

Mercedes-Benz telah menyatakan margin laba divisi otomotif dapat kembali turun tahun ini. Hal tersebut menekankan jika perusahaan akan terus menerapkan "disiplin biaya tanpa henti".

(ryh/fea)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Amazon PHK 16 Ribu Karyawan

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK