200 Unit Pikap Impor Asal India Mulai Didistribusikan di Indonesia
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan pikap CBU asal India sudah mulai didistribusikan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai daerah di Indonesia.
Joao mengungkapkan nantinya pikap-truk impor berjumlah 105 ribu unit itu akan dikirim satu unit per satu Koperasi Merah Putih.
"Sekarang sudah tiba, sudah kita distribusikan juga sebanyak 200, kemudian minggu depan akan tiba lagi 400. Dan sampai akhir bulan ini akan tiba 1.000 unit. Kita akan terus segera langsung kita distribusikan ke tempat-tempat yang sudah siap maupun ke tempat-tempat yang belum siap," kata Joao melansir CNBC Indonesia, Senin (23/2).
Ia mengatakan unit kendaraan tersebut akan disimpan di Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi.
"Kita akan langsung taruh di Kodim-Kodim, sehingga ketika koperasinya sudah siap langsung kita lakukan mobilisasi ke Koperasi di mana kita akan bagikan. Setiap kooperasi akan dapat satu unit," ucap Joao.
Joao membenarkan, nilai kontrak pengadaan ini mencapai Rp24,66 triliun. Jika menggunakan kontrak dengan produsen lokal, Agrinas mengkaji, nilai itu diprediksi akan lebih besar.
Pengadaan tersebut melibatkan dua merek otomotif ternama asal India yaitu Mahindra & Mahindra (Mahindra) dan Tata Motors. Kabarnya semua model yang diimpor berkonfigurasi 4x4, sedangkan spesifikasi pikap yang telah diproduksi banyak produsen di Tanah Air 4x2.
Lebih dari itu, Joao belum dapat mengungkap detil harga pikap yang diimpor karena terikat perjanjian kerahasiaan (NDA).
"Kami mendatangkan NDA dengan perusahaan Mahindra maupun dengan Tata. Karena kami beli dalam bulk, dalam jumlah yang banyak, harganya hampir 50% lebih murah daripada produk 4x4 yang beredar sekarang di pasaran di Indonesia. Jadi itu yang menjadi salah satu patokan kami," ungkap Joao.
(ryh/mik)