Jetour T2 Mampu Menahan Beban hingga 350 Kg

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 18:00 WIB
PT Jetour Sales Indonesia menampilkan demonstrasi kekuatan struktur Jetour T2 yang mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram di bagian atas kendaraan. CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Jetour Sales Indonesia menampilkan demonstrasi kekuatan struktur Jetour T2 yang mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram di bagian atas kendaraan.

Menurut Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah demonstrasi ini menyoroti keselamatan kendaraan menjadi perhatian utama bagi perusahaan.

"Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80% high-strength steel,sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi dengan kemampuan static load hingga 300 kilogram serta torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree. Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi fondasi keamanan dalam setiap perjalanan," kata Ranggy di MGP Space, Jakarta, Selasa (10/3).

Demonstrasi ini juga memperlihatkan seberapa kuat struktur bodi Jetour T2 ketika menghadapi tekanan ekstrem bahkan saat mobil terbalik.

Selain kekuatan struktur bodi, Jetour T2 dilengkapi dengan 540 degree Jetour Surround Vision yang menawarkan visibilitas menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan. Teknologi ini mampu meningkatkan stabilitas dan keamanan berkendara.

SUV andalan Jetour ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready yang diklaim mampu menghadapi berbagai medan jalan, sedangkan fitur Wading Radar memungkinkan mobil mendeteksi kedalaman air secara real time dengan kemampuan melintasi genangan hingga 700 mm dan ground clearance setinggi 220 mm.

Fitur keselamatannya mengusung ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3 menawarkan Level 2 ADAS. Teknologi ini diklaim mampu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, serta menghadirkan berbagai fitur dukungan keselamatan berkendara.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan karakter perjalanan mudik di Indonesia utamanya dicirikan oleh tantangan volume kendaraan dan kondisi jalan.

"Jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang. Banyak pemudik menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup, yang tentu meningkatkan risiko kelelahan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sangat beragam, mulai dari tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus. Karena itu, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman," ujar Jusri.

Karakter perjalanan mudik ini juga menjadi konteks demonstrasi kekuatan struktur Jetour T2 yang memperlihatkan konstruksi bodi kendaraan serta sejumlah fitur keselamatan yang sesuai untuk perjalanan jarak jauh.

Selain demonstrasi, identitas visual terbaru Jetour juga diperkenalkan dalam kesempatan ini.Mengambil inspirasi dari karakter Mandarin "行" (xing) yang berarti melangkah maju, Jetour memperkenalkan monogram modern "JT" sebagai langkah penting dari komitmen inovasinya.

Layanan selama mudik

Selama periode mudik Lebaran, PT Jetour Sales Indonesia menghadirkan program Free Check-Updi 12 showroom Jetour di berbagai wilayah Indonesia mulai dari 13-17 Maret 2026 (selama lima hari).

Sementara itu, program bengkel siaga (Standby Workshop) untuk pemeriksaan dan perbaikan ringan sesuai kebutuhan konsumen akan berlangsung pada 18-24 Maret 2026 dan beroperasi mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

(iqb/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK