BYD Beber Kronologi Kasus Mobil Akbar Faizal: Bermula dari Kecelakaan

CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 13:48 WIB
BYD Indonesia menjelaskan masalah mobil listrik Seal milik Akbar Faizal, yang bermula dari kecelakaan. Perbaikan terhambat klaim asuransi dan miskomunikasi.
Ilustrasi. BYD Indonesia menjelaskan masalah mobil listrik Seal milik Akbar Faizal, yang bermula dari kecelakaan. Perbaikan terhambat klaim asuransi dan miskomunikasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Indonesia membeberkan kronologi masalah mobil listrik Seal milik politikus senior Akbar Faizal. Perusahaan menyebut persoalan bermula dari insiden kecelakaan pada akhir 2025, bukan dari cacat produk.

Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia menyebut kejadian berawal pada Desember 2025 ketika kendaraan itu digunakan anak dari Akbar, dan mengalami kecelakaan. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius, terutama di bagian roda sehingga membutuhkan perbaikan besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unit kemudian dibawa ke bengkel resmi BYD. Dari hasil pemeriksaan awal, dealer menyarankan penggantian komponen roda baru. Namun, saat itu pihak konsumen memilih menunda perbaikan karena ingin menggunakan klaim asuransi mengurusnya secara mandiri.

"Jadi sebenarnya yang gunakan anaknya dan dimulai dari kecelakaan," kata Luther melalui pesan singkat, Senin (13/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki Februari 2026, dealer berupaya membantu proses pengajuan ke asuransi. Namun, ia menyebut kondisi kendaraan saat itu sudah memburuk lantaran tetap digunakan dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan meski roda dalam kondisi bermasalah.

"Guna membantu, dealer upaya agar dapat approval asuransi namun karena bentuk perbaikan adalah merujuk pada approval yang didapatkan dari Asuransi (situasi Desember). Solusi belum terlalu optimal dan kondisi kendaraan datang sudah memburuk setelah satu setengah bulan terindikasi penggunaan dengan roda bermasalah," katanya.

Setelah perbaikan dilakukan, keluhan kembali disampaikan oleh pihak pengguna kendaraan, yakni anak Akbar. Meski begitu, komunikasi terus berlangsung antara konsumen, dealer, dan pihak asuransi.

Lalu Rabu, 8 April 2026, Luther bilang pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan konsumen dan asuransi. Dalam pertemuan itu, asuransi sepakat untuk kembali membantu proses perbaikan dengan mekanisme pengajuan ulang (resubmit).

Hasilnya, disepakati komitmen untuk melakukan penggantian baru pada bagian roda kendaraan yang dijadwalkan pada 11 April 2026.

"Namun pada 10 April bapak AF belum ter-update dan sudah keburu meng-upload kekecewaan di social media," kata Luther.

Luther juga mengakui telah terjadi banyak miskomunikasi karena melibatkan banyak pihak, padahal sebelumnya yang bersangkutan hendak mengurus secara mandiri.

"Tampaknya beliau sebenarnya lebih concern-nya ke financial institution-nya. Karena semi meneror AF, namun memang karena beliau menunda pembayarannya," ucap Luther.

Luther menambahkan saat ini fokus utama BYD adalah memastikan penyelesaian masalah berlangsung cepat dan tepat.

"Saat ini Fokus BYD adalah penyelesaian cepat dan tepat. Mengkonsolidasi semua pihak agar tidak terjadi miss komunikasi kembali," kata Luther.

(ryh/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]