Selisih Harga Mobil Listrik dan Mobil BBM Makin Tipis di AS

CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 19:02 WIB
Saat ini perbedaan harga mobil listrik dan mobil BBM di AS hanya sekitar Rp99 juta. (AFP/FREDERIC J. BROWN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perbedaan harga antara mobil listrik dan mobil bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) kian menipis sebab yang satu turun sementara lainnya cenderung diam. Saat ini selisih keduanya mencapai titik terendah, yaitu US$5,8 ribu atau senilai Rp99,1 juta (kurs Rp17.101,65).

Berdasarkan penjelasan Carscoops, harga transaksi rata-rata industri (ATP) mobil listrik turun 2,8 persen secara year-over-year (YoY) menjadi Rp932,1 juta, menurut data dari Cox Automotive.

Penurunan itu dibantu insentif besar-besaran dari produsen yang rata-rata memberikan diskon 14,6 persen dari harga transaksi.

Sementara harga mobil BBM justru meningkat 3,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp843,39 juta pada Maret 2026, meski terhitung stagnan ketimbang Februari.

Tren kenaikan harga telah terjadi selama empat bulan berturut-turut. Harga retail disarankan produsen (MSRP) saat ini mencapai USD51,4 ribu atau senilai Rp880,5 juta, sekaligus menandai 12 bulan berturut-turut harga di atas USD50 ribu.

Penyumbang utama peningkatan ini adalah minat konsumen AS membeli mobil BBM berukuran besar untuk angkutan barang. Truk pikap ukuran besar berada pada harga sekitar Rp1,12 miliar, sedangkan rata-rata SUV berukuran besar dibanderol sekitar Rp1,36 miliar.

Di sisi lain, segmen mobil ringkas mengalami kenaikan 1,1 persen dari harga tahun sebelumnya dengan angka di bawah Rp478,8 juta.

Lebih dari itu, relevansinya semakin menurun karena konsumen saat ini cenderung memaksimalkan ruang, tenaga, dan tampilan kendaraan.

Apabila dilihat dari penyebaran merek, harga rata-rata Porsche melonjak 12,4 persen dari tahun lalu menjadi Rp2,1 miliar sementara Cadillac meningkat 11,6 persen menjadi Rp1,4 miliar.

Meski begitu, Mercedes-Benz mengalami penurunan harga 3,4 persen menjadi Rp1,29 miliar, sementara Tesla turun 2,6 persen menjadi Rp908,8 juta. Kedua produsen tampaknya melanjutkan strategi pemotongan harga untuk tetap kompetitif di pasar AS.

Sementara itu kenaikan insentif sebesar 6,9 persen pada Februari menunjukkan upaya produsen menjaga minat konsumen dalam membeli mobil terlepas dari harga yang terus meningkat.

(iqb/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK