Volkswagen Tertekan, Penjualan Global Drop dan Dihantui PHK Massal

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 15:12 WIB
Volkswagen (VW) mengumumkan dalam kondisi tertekan dan mempertimbangkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja sebanyak 100 ribu pekerja di global.
Volkswagen (VW) mengumumkan dalam kondisi tertekan dan mempertimbangkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja sebanyak 100 ribu pekerja di global. AFP/PAU BARRENA
Jakarta, CNN Indonesia --

Volkswagen (VW) mengumumkan dalam kondisi tertekan dan mempertimbangkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja sebanyak 100 ribu pekerja di global.

Mengutip AFP, Senin (27/7), VW mengumumkan bahwa tekanan ini karena dominasi mobil-mobil China di China dan Eropa.

Dampaknya, laba bersih turun sepertiga pada kuartal kedua dan kini perusahaan dilanda krisis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laba bersih untuk tiga bulan hingga akhir Juni mencapai 1,54 miliar euro (US$1,75 miliar), atau terjadi penurunan 32,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan juga harus menghentikan proyek ambisius ID.4 EV di pabrik Chattanooga, Tennessee, Amerika Serikat, pada April 2026, sementara perusahaan tengah bertahan dengan menjual lebih banyak model saat ini dengan margin tipis.

Sedangkan di China, VW tertekan karena persaingan mobil lokal China yang harganya relatif terjangkau oleh konsumen.

Perusahaan telah menderita akibat penurunan penjualan selama bertahun-tahun di China yang menjadi pasar mobil terbesar di dunia. Belum lagi permintaan yang lesu mengingat ekonomi domestik China yang melambat.

Pengiriman mobil VW di negara China tahun lalu sudah berada pada level terendah sejak 2011, dan turun sebesar 31,6 persen semester I 2026.

Volkswagen (VW) Group yang menaungi banyak merek global seperti Lamborghini, Audi, Skoda, dan Porsche, juga memangkas proyeksi pendapatannya untuk tahun ini, dengan mengatakan bahwa mereka sekarang memperkirakan penjualan akan stagnan atau turun hingga tiga persen.

Padahal sebelumnya mereka optimistis memperkirakan pertumbuhan hingga tiga persen.

Di bursa saham Frankfurt, saham VW dibuka turun hampir 2,4 persen sebelum sedikit pulih menjadi turun 1,6 persen.

"Kita membutuhkan perubahan besar dalam model bisnis kita," kata kepala keuangan VW, Arno Antlitz.

"Hasil setengah tahun ini merupakan peringatan lain untuk bertindak," ucapnya kemudian.

(mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]