GIIAS 2026

Insentif Mobil dan Motor Listrik Diumumkan Prabowo 2 Pekan Lagi

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 15:34 WIB
Purbaya menyebut Prabowo bakal mengumumkan insentif untuk 500 ribu mobil listrik dan 500 ribu motor listrik dalam dua hingga tiga pekan. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto disebut bakal mengumumkan langsung insentif baru untuk mobil dan motor listrik dalam dua hingga tiga pekan mendatang. Kabar itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat berbicara di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

"Saya rasa dalam dua atau tiga pekan ke depan presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk 500 ribu sepeda motor listrik dan juga mobil listrik," ujar Purbaya di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).

Kuota bertambah

Insentif tahap ini disebut menyasar 500 ribu unit mobil listrik dan 500 ribu unit sepeda motor listrik, yang berarti totalnya 1 juta unit kendaraan.

Angkanya bertambah dari wacana yang pernah diungkap Purbaya pada awal Mei lalu, yakni 200 ribu kendaraan listrik yang terdiri dari 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik. Saat itu pemerintah juga membuka peluang penambahan kuota bila permintaan melampaui target.

Purbaya menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya menekan ketergantungan Indonesia pada impor minyak.

"Pemerintahan Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara sangat signifikan. Karena itu, kami mendorong penggunaan kendaraan listrik. Kami akan terus melanjutkan upaya tersebut," ucapnya.

Skema masih dihitung

Salah satu bentuk insentif yang tengah disiapkan adalah pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Namun Purbaya menyebut detail skemanya belum rampung.

"Itu masih dihitung, masih didiskusikan, tapi dalam waktu dekat akan dikeluarkan. 500 ribu motor, mobil juga. Nanti Pak Presiden yang mengumumkan," katanya.

Ia juga mengisyaratkan kendaraan berbaterai nikel dan berbaterai lithium tidak akan mendapat perlakuan yang sama.

"Baterai nickel-based sama baterai lithium-based juga berbeda sedikit," tutur Purbaya.

Rancangan sebelumnya menetapkan PPN DTP mobil listrik berada di rentang 40 persen hingga 100 persen, dengan besaran ditentukan oleh kandungan nikel pada baterai. Insentif itu difokuskan untuk mobil listrik murni, bukan hibrida.

Sementara untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi Rp5 juta per unit pembelian baru. Nilainya lebih kecil dibandingkan subsidi motor listrik pada 2023 dan 2025 yang sebesar Rp7 juta per unit.

Rencana pemberian insentif ini bukan hal baru. Pemerintah semula menargetkan program berjalan pada Juni 2026, lalu digeser ke Juli, sebelum kembali dikaji ulang.

Pada 21 Juli lalu, Purbaya menyatakan skema untuk motor listrik berubah arah. Penerimanya tidak lagi terbuka, melainkan diarahkan ke sejumlah perusahaan.

"Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," ujarnya kala itu.

Penentuan perusahaan penerima diserahkan kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Danantara Indonesia. Hingga pernyataan terbaru di GIIAS 2026, pemerintah belum mengumumkan tanggal pasti kapan insentif tersebut cair.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK