Mazda Bangun Pabrik Rp400 Miliar di Citeureup, Bogor

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 16:00 WIB
Mazda meresmikan pabrik perakitan di Citeureup, Bogor, senilai lebih dari Rp400 miliar dengan kapasitas 10.000 unit per tahun. (Getty Images via AFP/JARED C. TILTON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mazda mulai merakit kendaraan di Indonesia lewat pabrik senilai lebih dari Rp400 miliar di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Fasilitas bernama Mazda Indonesia Plant itu diresmikan pada 28 Juli 2026, dihadiri jajaran Kementerian Perindustrian, perwakilan Mazda Motor Corporation, serta pimpinan Eurokars Group.

Pabrik berdiri di atas lahan hampir 65.000 meter persegi dan dirancang menampung produksi 10.000 unit per tahun lewat operasional dua shift. CX-30 menjadi model pertama yang keluar dari lini perakitan tersebut.

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku Agen Pemegang Merek Mazda membentuk entitas baru, PT Eurokars Produksi Pratama, sebagai operator pabrik.

"Peresmian Mazda Indonesia Plant bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan Mazda di Indonesia," kata Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama, dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).

Mazda Indonesia Plant dibangun khusus untuk kendaraan Mazda, hal ini dari berbagai merek mobil lain, terutama asal China, yang memakai lini perakitan bersama. Seluruh peralatan, metode kerja, dan proses produksi disusun mengikuti karakteristik produk Mazda.

Alurnya dimulai dari penerimaan komponen completely knocked down (CKD). Material dikelola lewat Warehouse Management System (WMS), melewati proses kitting, lalu didistribusikan ke tiap stasiun perakitan sesuai urutan produksi.

Seluruh aktivitas dikendalikan Manufacturing Execution System atau Assembly Line Control. Sistem itu membuat setiap komponen, setiap proses, dan setiap kendaraan terdokumentasi secara digital.

Lintasan uji sendiri

Selesai dirakit, kendaraan tidak langsung dikirim. Tiap unit menjalani body setting, wheel alignment, hingga dynamic test di lintasan uji khusus yang mensimulasikan berbagai karakter jalan.

Pengujian berlanjut ke Water Leak Test, Under Body Inspection, Final Inspection, dan Product Audit. Hasil seluruh inspeksi dievaluasi di Audit Room memakai standar Mazda Quality Index for Customer (MQIC).

Standar kerja dan inspeksi pada tiap tahapan mengacu pada Instruction Sheets for Operation (ISFO) serta Instruction Sheets for Inspection (ISFI) yang dikendalikan langsung Mazda Motor Corporation.

Sebagai lapisan tambahan, pabrik menjalani audit pihak ketiga oleh lembaga independen internasional. Mazda menyebut prinsip yang dipakai adalah Quality Before Volume, yakni kapasitas produksi baru dinaikkan setelah standar kualitas terpenuhi.

Sembilan tahun

EMI dipercaya menjadi Agen Pemegang Merek Mazda mulai 2017, butuh sembilan tahun sampai perusahaan merakit sendiri kendaraan Mazda di Indonesia.

Personel produksi disebut menjalani pelatihan intensif dengan pendampingan tenaga ahli Mazda Motor Corporation, sekaligus menjadi bagian dari transfer pengetahuan manufaktur kepada sumber daya manusia Indonesia.

"Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional," ujar Ricky Thio, yang juga menjabat Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK