Lawan Brand China, Honda-Nissan Sepakat Kembangkan Perangkat Lunak

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 13:43 WIB
Honda dan Nissan resmi memperdalam kerja sama teknologi dengan mengumumkan rencana pengembangan ECU serta perangkat lunak secara bersama untuk kendaraan. Diolah dari iStock
Jakarta, CNN Indonesia --

Honda Motor dan Nissan Motor resmi memperdalam kerja sama teknologi dengan mengumumkan rencana pengembangan electronic control units (ECU) serta perangkat lunak secara bersama untuk kendaraan.

Dalam kesepakatan tersebut, Honda dan Nissan membidik penetapan spesifikasi bersama untuk ECU inti, sistem operasi, hingga bagian middleware serta perangkat lunak pengendali kendaraan.

Berdasarkan pernyataan resmi kedua produsen otomotif asal Jepang tersebut pada Senin (31/8), arsitektur yang menggabungkan ECU dan perangkat lunak ini ditargetkan mulai diterapkan pada kendaraan generasi terbaru mulai tahun fiskal 2029.

Langkah strategis ini diambil guna menekan besarnya biaya investasi pengembangan sistem operasi yang mendukung fungsi berkendara otonom, fitur konektivitas, bantuan pengemudi, hingga pembaruan over-the-air (OTA).

Selain itu, integrasi teknologi ini menjadi respons atas ketatnya persaingan dari produsen otomotif asal China seperti BYD, yang kian agresif menguasai pasar Eropa dan Asia Tenggara melalui mobil listrik serta hibrida yang tersimpan teknologi canggih.

Kemitraan teknis ini ujung dari penjajakan riset platform perangkat lunak generasi terbaru yang dimulai sejak 2024. Kerja sama ini berlanjut setelah lebih dari setahun kedua belah pihak memutuskan untuk membatalkan rencana merger yang sebelumnya berpotensi membentuk produsen otomotif terbesar keempat di dunia.

Terkait kolaborasi ini, Mitsubishi Motors selaku mitra aliansi Nissan menyatakan tengah mempertimbangkan untuk bergabung dan masih berada dalam tahap diskusi mengenai area kerja sama yang potensial.

Perangkat lunak untuk mobil listrik

Laporan tersebut menambahkan bahwa perangkat lunak dan komputer terintegrasi (onboard computer) yang dikembangkan bersama juga berpotensi diterapkan pada jajaran mobil elektrifikasi masa depan milik kedua perusahaan.

Sebelum pengumuman resmi dirilis, perwakilan Honda sempat menyampaikan kepada Reuters bahwa perusahaan sedang mendiskusikan "potensi bidang kerja sama" dengan Nissan dan Mitsubishi Motors dalam kerangka kemitraan strategis mereka, namun belum ada keputusan.

Juru bicara Nissan menyatakan bahwa perusahaan sedang menjajaki berbagai kemungkinan dan akan memberikan informasi lebih lanjut.

(hjn/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK