Pakar ITB Ungkap Cara Merek China Disrupsi Harga Mobil di Indonesia

CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2026 12:03 WIB
Wuling Aira ev
Foto: Wuling Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai pabrikan mobil China memiliki karakter berbeda dari merek Jepang mau pun Eropa.

Salah satu karakter yang kerap ditunjukkan merek China adalah menghadirkan produk baru dengan teknologi lebih canggih, tetapi harga lebih terjangkau dibandingkan model sebelumnya. Hal ini di luar kebiasaan merek Jepang dan menurut Yannes mampu mengubah persaingan pada industri otomotif nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua karakter antara mobil China dan Jepang. Kalau mobil China ini lucu, mendisrupsi pasar. Karena bisa jadi keluar produk baru dengan lebih canggih, tapi harga bisa turun. Itu yang menarik," kata Yannes di Jakarta, Kamis (3/9).

Untuk mobil Jepang dan Eropa, kata dia model baru yang hadir di Indonesia tak melulu hadir dengan ubahan signifikan. Meski begitu, produsen cenderung menaikkan harga jual kepada konsumen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu nambahin spek, harga naik dikit," katanya.

"Makanya mobil Jepang makin mahal, si China enggak, malah merusak pasar. Bisa lebih murah," ujarnya.

Ia menilai karakter tersebut menjadi salah satu daya tarik mobil China untuk konsumen. Pabrikan dapat menghadirkan produk dengan teknologi lebih baru, tetapi tetap menawarkan harga kompetitif.

Contoh paling anyar adalah kemunculan mobil listrik fenomenal dari Wuling yaitu Aira EV.

Harga Aira EV yang dirilis pada GIIAS 2026 untuk wilayah Jakarta Rp155 juta bakal varian Standard Range dan Rp175 juta untuk varian Long Range. Sedangkan mobil listrik Wuling yang sudah lebih dahulu eksis yaitu Air EV Rp214 juta hingga Rp307 juta.

Tak hanya lebih terjangkau, Wuling juga meningkatkan teknologi Aira EV sehingga mobil itu bisa dicas dengan sistem pengisian cepat, berbeda dari Air EV.

"Kalau China bikin barang, barangnya keren, ngaget-ngagetin murahnya. Dan keluar yang terbaru teknologi beda. Kerasa yang sekarang, dari Wuling Air EV ke Aira. Yang satu (Air EV) gak bisa fast charging, yang baru (Aira) bisa. Dan harga lebih murah, bete gak yang beli Air EV. Nah kayak gitu karakter China," katanya.

(ryh/fea)
placeholder