Kei Car Listrik BYD Racco Mau Dijual di Indonesia?
Mobil listrik BYD ukuran kei car yang dirilis di Jepang pada 28 Juli lalu, Racco, berpotensi masuk Indonesia.
BYD Motor Indonesia menyatakan sedang mempelajarinya. Riset internal sudah dilakukan, termasuk mengenalkannya melalui media sosial untuk mendapat tanggapan masyarakat.
"Ya kita masih tahap mencoba mengidentifikasi, mempelajari market-nya. Karena sebetulnya kan tipe kendaraan ini tuh favoritnya di negara lain," kata Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan usai peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9).
Pada Agustus lalu, akun media sosial @byd_indonesia memposting setidaknya tiga materi soal Racco. Unggahan itu mengenalkan kelebihan Racco, termasuk soal pintu geser otomatis, jarak tempuh 320 km, fleksibilitas kabin dan penyimpanan, serta pilihan warnanya.
"Jadi melalui koneksi komunikasi langsung dengan pemilik melalui sosial media, kita mau tahu feedback dari market bagaimana. Surprisingly sangat positif ya," ucap Luther.
Dia juga bilang perusahaan ingin memantau kekuatan utama Racco dari sisi komunikasi, lalu soal promosi dan harganya.
BYD mengeklaim Racco mendapat lebih dari 1.000 pemesanan di Jepang hanya dalam dua pekan usai peluncuran. BYD menargetkan 10.000 pemesanan pada 2026.
Racco dijual mulai dari 2,14 juta yen (sekitar Rp241 juta, kurs Rp112,82) hingga 2,497 yen (sekitar Rp281 juta).
Situs Nikkei berbahasa China pada 31 Agustus 2026 memberitakan bahwa BYD berencana membawa teknologi K-Car yang diadopsi Racco untuk mengembangkan mobil listrik mungil di pasar luar Jepang.
Racco memakai paket baterai bernama X-Pack yang baru pertama kali digunakan Racco. X-Pack ini mengintegrasikan berbagai komponen penting seperti inverter ke dalam kemasan baterai yang ditempatkan di lantai mobil.
Desain itu berbeda dari model lain yang biasanya menempatkan komponen seperti inverter di bawah kap depan sehingga membatasi ruang kabin.
"Masih berproses. Ini kan kita coba mengkombinasikan hasil riset secara engineering dan riset market sama real taste yang di lapangan. Nah ini kita lagi kalkulasi, kita gabungkan sampai kita putuskan untuk jual atau segera perkenalkan," ujar Luther.
(fea)