Mobil Listrik Suzuki e Sky Resmi Dijual, Lebih Murah dari BYD Racco
Suzuki resmi menjual kei car listrik e Sky di Jepang dengan harga mulai 2.120.000 yen atau sekitar Rp239,5 juta (kurs Rp112,95). Harga itu berada di bawah BYD Racco, kei car popular di luar merek Jepang, yang dibanderol mulai 2.145.000 yen atau Rp242,3 juta.
Dalam pengumuman resminya, Selasa (6/10), Suzuki menyebut e Sky mulai dijual pada 16 November 2026. Model ini merupakan kei car penumpang listrik pertama Suzuki.
e Sky hadir dalam tiga varian, yakni A seharga 2.120.000 yen, G 2.390.000 yen atau Rp270 juta, dan X 2.790.000 yen atau Rp315,1 juta. Harga tersebut sudah termasuk pajak konsumsi 10 persen.
Dibanding varian termurah Racco, e Sky varian A lebih murah 25.000 yen atau sekitar Rp2,8 juta.
Jarak harga keduanya makin lebar setelah subsidi pemerintah Jepang diperhitungkan. Menurut CarNewsChina, e Sky berhak atas subsidi 568.000 yen atau Rp64,2 juta, sehingga harganya turun menjadi 1.552.000 yen atau Rp175,3 juta.
Sementara Racco mendapat subsidi kendaraan listrik CEV sebesar 150.000 yen atau Rp16,9 juta. Harga Racco setelah subsidi menjadi 1.995.000 yen atau Rp225,3 juta.
Dengan demikian, selisih harga keduanya setelah subsidi mencapai 443.000 yen atau sekitar Rp50 juta.
Meski begitu, perbandingan ini tidak sepenuhnya setara. Varian A e Sky dibuat berdasarkan pesanan, dan CarNewsChina menyebut varian ini terutama menyasar konsumen korporat serta tidak dilengkapi fitur pengisian daya cepat.
Spesifikasi e Sky dan Racco
Semua varian e Sky memakai baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh dengan jarak tempuh 310 km berdasarkan standar WLTC Jepang.
Suzuki mengeklaim konsumsi listrik e Sky sebesar 97 Wh/km sebagai yang terbaik di kelas kei car listrik. Mobil ini memakai penggerak eAxle buatan Suzuki yang menyatukan motor, inverter, dan gigi reduksi dalam satu unit berpendingin oli.
Suzuki memanfaatkan teknologi baterai BYD untuk menekan harga e Sky.
Sementara Racco tersedia dalam varian 200 dengan baterai 22,4 kWh dan jarak tempuh 210 km, serta varian 300 berbaterai 35,84 kWh dengan jarak tempuh hingga 320 km.
Dari sisi dimensi, panjang dan lebar keduanya sama, yakni 3.395 mm dan 1.475 mm. Namun, e Sky lebih rendah dengan tinggi 1.625 mm dan jarak sumbu roda 2.460 mm, sedangkan Racco memiliki tinggi 1.800 mm dan jarak sumbu roda 2.520 mm.
Suzuki menargetkan penjualan e Sky sebanyak 1.000 unit per bulan.
Peluang ke Indonesia
Suzuki sebelumnya diketahui mendaftarkan desain mobil kecil berbentuk boxy yang diduga e Sky di pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan nomor permohonan A00202604867. Suzuki Indonesia belum berkomentar soal pendaftaran tersebut.
Adapun Racco dijual di Jepang sejak 28 Juli 2026. BYD kini berencana menjual mobil listrik mungil itu ke luar Jepang, dimulai dari Sri Lanka dan Makau, dengan pesanan kumulatif yang disebut segera mencapai 2.000 unit.
(fea)