Motor Listrik Banyak Kendala, AISI Sodorkan Konsep Multiteknologi

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 12:30 WIB
Motor listrik masih menemukan banyak kendala, sehingga motor bensin masih menjadi kebutuhan berkendara. Astra Honda Motor
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyoroti dinamika adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Tanah Air, termasuk wacana pemberian subsidi dari pemerintah. AISI menilai kejelasan dan kepastian regulasi sangat penting agar tidak menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat.

Ketua Penyelenggara IMOS 2026 sekaligus Ketua Bidang Komersial AISI, Yosef Utama menyampaikan, pada prinsipnya pelaku pasar menyambut baik setiap langkah atau kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka mendukung ekosistem kendaraan ramah lingkungan. Namun, kepastian skema kebijakan menjadi kunci utama agar iklim transaksi di pasar tetap stabil.

"Nah, kita menyambut baik ya terkait dengan kebijakan subsidi tersebut," ujar Yosef di Jakarta, Jumat (30/10).

Merespons ketentuan insentif yang kerap mengalami penundaan, Yosef menegaskan pelaku industri berharap ada ketegasan aturan agar konsumen tidak menunda keputusan pembelian kendaraan.

"Sebaiknya memang kalau usul dari industri ya, sebaiknya fix ya. Kita baru memberikan kepastian gitu ya insentif ketika memang dikeluarkan. Kalau belum pasti, sebaiknya enggak perlu dikeluarkan karena bisa membuat konsumen menunda pembelian," tegasnya.

Lebih lanjut, Yosef menjelaskan saat ini kontribusi penjualan motor listrik di pasar domestik masih berada di kisaran 1 hingga 2 persen.

Penetrasi segmen elektrifikasi roda dua masih harus melewati berbagai tantangan teknis, mulai dari performa, jarak tempuh (range), durasi pengisian daya (charging time), ketahanan baterai (State of Health), hingga kesiapan ekosistem pembiayaan.

Di tengah tantangan tersebut, AISI tetap mengandalkan pendekatan multiteknologi. Selain pengembangan motor berbasis baterai (EV), penguatan efisiensi bahan bakar pada mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) serta pemanfaatan biofuel seperti etanol dinilai tetap menjadi solusi mobilitas yang saling melengkapi bagi kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Jadi semua masih ada kendala itu (motor listrik). Tapi semuanya berbenah dan kejar terkait dengan teknologi yang kita sebut tadi multiteknologi," tutup Yosef.

(hjn/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK