Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mendorong pengembangan teknologi kendaraan roda dua dengan pendekatan multiteknologi. Selain motor listrik berbasis baterai, mesin pembakaran dalam atau internal combustion engine (ICE) juga berpotensi dikembangkan agar lebih irit bahan bakar, termasuk melalui pemanfaatan etanol.
Ketua Bidang Komersial AISI Yosef Utama mengatakan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis teknologi. Karena itu pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti biofuel dinilai dapat melengkapi pilihan energi untuk sepeda motor.
"Iya, kita yakini bahwa solusi mobilitas itu bukan cuma satu ya, kita sebut multiteknologi. Di situ ada motor ICE yang terus-menerus makin irit ya, makin kita sebut fuel efficiency technology. Kemudian yang nomor dua, teknologi-teknologi seperti biofuel. Kalau ada etanol E5, E10, E20, E50 gitu ya nantinya ke sana, juga akan melengkapi juga," ujar Yosef di Jakarta, pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, AISI tetap melihat motor listrik berbasis baterai sebagai bagian dari pengembangan industri roda dua nasional. Pabrikan dinilai perlu terus menyesuaikan teknologi kendaraan listrik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu ia mengakui kontribusi motor listrik saat ini masih relatif kecil dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.
"Saat ini mungkin kalau kita hitung sekitar 1 sampai 2 persen saja kontribusi EV. Tapi kita yakinin segmen ini akan terus bertumbuh ketika dia mampu menyentuh solusi mobilitas dari konsumen," kata Yosef.
Melalui strategi multiteknologi tersebut, kata dia AISI berkomitmen menghadirkan beragam opsi kendaraan yang semakin ramah lingkungan, hemat energi, serta tetap fleksibel menjawab kebutuhan mobilitas harian masyarakat Indonesia.
Suzuki dan Honda sudah E10
Yosef tidak merinci pabrikan sepeda motor mana saja yang telah menyiapkan produk untuk menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol tersebut.
Namun, raksasa sepeda motor Tanah Air yaitu Honda dan Suzuki pernah menyebut jika produk mereka cocok untuk menggunakan bensin dengan campuran etanol 10 persen atau E10.
Astra Honda Motor (AHM) pernah mengklaim semua produk sepeda motor keluaran terbaru yang dijual di Indonesia sudah kompatibel menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan campuran etanol 10 persen atau E10 tanpa perlu penyesuaian mesin.
Lalu Suzuki Indomobil Sales (SIS)divisi roda dua menyatakan sepeda motor yang ditawarkan di Indonesia bisa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) mengandung etanol hingga kadar 10 persen.
Sementara itu Yamaha belum mengungkap apakah semua motor yang dipasarkan di Tanah Air dapat menggunakan bioetanol atau tidak.
(ryh/mik)

