Jokowi akan Damaikan Haji Lulung dan Ahok
CNN Indonesia
Jumat, 12 Sep 2014 17:02 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mengendurkan ketegangan antara Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Haji Lulung).
Jokowi menjamin meski Ahok dan Lulung saat ini masih sama-sama panas, minggu depan hubungan keduanya akan membaik. “Nanti tak dinginkan,” kata presiden terpilih RI itu di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/9), sebelum bertolak ke bandara menuju Solo bersama putra bungsunya.
Menurut Jokowi, akar masalah Haji Lulung dan Ahok adalah salah paham. “Ini cuma masalah komunikasi. Komunikasi politik yang memang semuanya harus berada pada posisi dingin,” kata dia.
Mantan wali kota Solo itu mengimbau keduanya untuk tidak saling panas. “Kamu (wartawan) juga jangan manas-manasi,” kata Jokowi.
Kamis (1/9), Haji Lulung menyatakan bakal menjegal Ahok. “Ahok harus dibinasakan kariernya,” kata dia. Politikus PPP itu menuding Ahok menghina DPRD karena menyebut DPRD sebagai sarang korupsi dan pemeras kepala daerah. Ini terkait penolakan Ahok terhadap pilkada oleh DPRD.
Lulung pun sedang menggalang interpelasi di DPRD DKI Jakarta untuk mencegah Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi.
Namun Ahok tak gentar dengan ancaman Lulung. “Kita lihat saja siapa yang kariernya binasa,” ujar politikus asal Belitung Timur itu.
Jokowi menjamin meski Ahok dan Lulung saat ini masih sama-sama panas, minggu depan hubungan keduanya akan membaik. “Nanti tak dinginkan,” kata presiden terpilih RI itu di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/9), sebelum bertolak ke bandara menuju Solo bersama putra bungsunya.
Menurut Jokowi, akar masalah Haji Lulung dan Ahok adalah salah paham. “Ini cuma masalah komunikasi. Komunikasi politik yang memang semuanya harus berada pada posisi dingin,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamis (1/9), Haji Lulung menyatakan bakal menjegal Ahok. “Ahok harus dibinasakan kariernya,” kata dia. Politikus PPP itu menuding Ahok menghina DPRD karena menyebut DPRD sebagai sarang korupsi dan pemeras kepala daerah. Ini terkait penolakan Ahok terhadap pilkada oleh DPRD.
Namun Ahok tak gentar dengan ancaman Lulung. “Kita lihat saja siapa yang kariernya binasa,” ujar politikus asal Belitung Timur itu.