“Tidak ada rekrutmen baru. Itu kami hindari. Kami mengoptimalkan yang sudah ada,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Negara, Selasa (28/10).
Mengoptimalkan sumber daya yang ada, ujar Pratikno, membuat kementerian-kementerian tersebut bisa cepat bekerja. Tinggal dibicarakan soal infrastruktur pendukung dan sistem kepegawaian yang hendak digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi tahu pembentukan kementerian baru pasti memiliki kesulitan. Namun ia optimistis hal tersebut dapat ditangani. “Tinggalkan ego sektoral. Semua dikerjakan bersama. Staf bisa digeser dari satu tempat ke tempat lain,” kata Pratikno.
Menkeu juga telah merencanakan alokasi atau pergeseran pegawai kementerian-kementerian baru. “Maritim misalnya nanti dibantu Kelautan dan Perikanan. Ada juga (bantuan) pejabat atau birokrat dari kementerian lain,” kata Pratikno.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat dalam pertimbangannya atas perubahan nomenklatur kementerian kabinet Jokowi menyatakan perubahan tersebut bisa membuat situasi rumit. DPR bahkan berpendapat lebih baik nomeklatur kementerian tidak diubah. (Baca: Pertimbangan DPR atas Perubahan Kementerian)
Baca juga:
Pratikno Tepis Orang Jokowi Jadi Kepala Staf Kepresidenan
Konsekuensi Perubahan Kementerian Kabinet Jokowi