“Saya sudah sampaikan kepada beliau, siapa (wakil gubernur Jakarta) yang saya mau,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, sekembalinya dari rumah Mega. Ahok berencana untuk mengirimkan nama calon wakil gubernur pilihannya itu ke Kementerian Dalam Negeri pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya sebutkan satu-satu alasan saya (memilih wakil). Kami ngomong karena kami teman. Wong (Megawati) itu Presiden RI kelima, ketua umum partai. Punya teman ketua umum masa enggak diajak diskusi?” ujar Ahok.
Pilihan akhir, tegas Ahok, ada di tangannya. “Saya yang bikin surat (ke Kemendagri). Enggak perlu minta izin (ke Megawati). Itu hak saya untuk menentukan calon wakil gubernur,” kata dia.
Mantan politikus Gerindra itu menyatakan tidak main-main dalam memilih wakilnya. Paling penting di mata Ahok adalah bagaimana cara menuntaskan pekerjaan di Jakarta. “Jadi kami (Ahok dan Mega) tidak bicara soal jatah partai. Kami bicara bisa kerja apa enggak, bisa dampingi saya atau enggak,” ujarnya.
Ahok menegaskan, dia butuh orang yang betul-betul punya pengalaman, pekerja keras, dan teruji.