“Di mana Pak Syarif Hasan? Apa sudah pulang?” tanya Ical. Dari bangku hadirin, sempat terdengar jawaban bahwa Syarif sudah pulang lebih dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku partainya tak kecewa atau marah dengan langkah Golkar yang mengingkari kesepakatan antara Demokrat dan Koalisi Merah Putih untuk mendukung Perppu Pilkada. Menurut Syarif, dalam politik hal seperti itu sudah biasa, dan Demokrat bahkan sudah menduganya. (Baca: SBY Telepon Ical Saat KMP Teken Dukungan Perppu)
Pada penutupan Munas hari ini, para petinggi partai anggota KMP yang terlihat adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PPP Djan Faridz dan pendahulunya Suryadharma Ali, dan Presiden PKS Anis Matta.
Perwakilan Partai Amanat Nasional juga tidah terlihat di area Hotel Westin. Padahal pada pembukaan Munas, PAN mengirimkan banyak petingginya, antara lain Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Sekjen PAN Taufik Kurniawan, dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Tjatur Sapto Edy.
Belum diketahui alasan ketidakhadiran Demokrat dan PAN di acara penutupan Munas Golkar ini. Namun Syarif sebelumnya yakin PAN akan mendukung Perppu Pilkada. (Baca: Golkar Tolak Peprpu Pilkada, Demokrat Siap Bertarung)
Dari Jakarta, Wasekjen PAN Yandri Susanto menganggap putusan Munas Golkar untuk menolak Peprpu Pilkada belum final. Menurutnya, pembahasan Perppu Pilkada masih panjang dan baru akan dimulai di DPR pada Januari 2015.