Hal ini disampaikannya menanggapi polemik politik yang dilakukan oleh Partai Golkar dengan membuat putusan menolak Perppu Pilkada pada Musyawarah Nasional IX di Bali pada Selasa (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didik menekankan posisi Partai Demokrat saat ini masih akan terus memperjuangkan termasuk melakukan lobi-lobi untuk memenangkan Perppu Pilkada.
Ia pun sangat yakin bahwa putusan Partai Golkar kemarin bukan putusan final. Menurutnya dalam rentang waktu hingga Januari 2015 nanti, putusan itu masih dapat berubah.
"Kami belum mau menyikapi putusan Partai Golkar. Itu masih terlalu dini. Masih ada banyak proses. Kita lihat apakah sikap itu menjadi resmi atau yang lain. Kita yakin apa yang kita perjuangkan itu kehendak masyarakat. Tidak ada kata mundur," tuturnya.
Sebelumnya, politikus Partai Golkar Aziz Syamsuddin mengatakan keputusan Partai Golkar untuk menolak Perppu Pilkada yang diterbitkan oleh Presiden SBY beberapa waktu lalu sudah bulat.
Ada sejumlah alasan dari penolakan tersebut. Salah satunya adalah penolakan tersebut merupakan hasil dari forum tertinggi partai yakni Musyawarah Nasional.
"Namanya kalau sudah keputusan dalam Munas yang sudah merupakan hasil daerah-daerah ya harus dilaksanakan," ujar Aziz di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/12).
Selain itu, menurutnya, penolakan tersebut juga dilakukan untuk menghindari konflik-konflik yang mungkin terjadi apabila Pilkada tidak melalui DPRD.
"Supaya tidak menimbulkan konflik horizontal di masyarakat, tidak ada konflik kepala dinas yang menimbulkan konflik internal masyarakat bawah, ini bisa terjadi pertumpahan darah," jelas Ketua Komisi Hukum DPR ini.