“Kami berdiskusi, bertukar pikiran tentang situasi tanah air kita yang terakhir. Pak Jokowi juga sempat mengangkat permasalahan Perppu Pilkada langsung,” ujar SBY usai pertemuan dengan Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu SBY selaku Ketua Umum Demokrat dan pihak yang mengeluarkan Perppu Pilkada menjalin komunikasi intensif dengan partai-partai politik untuk menggolkan Perppu tersebut di DPR. (Baca: Golkar Ingkar, SBY Minta Demokrat Merapat ke PDIP)
Mantan presiden RI itu menegaskan, dia dan Jokowi sama-sama berkepentingan dalam mendukung pilkada langsung oleh rakyat, sebab pilkada langsung sesuai dengan aspirasi rakyat untuk mewujudkan demokrasi melalui pemilihan kepala daerah.
“Seratus persen ada kesesuaian (antara SBY dan Jokowi). Ini yang kami bicarakan tadi,” ujar SBY.
Namun ketika ditanya soal kemungkinan bergabungnya Demokrat ke Koalisi Indonesia Hebat pasca “pengkhianatan” Golkar soal Perppu Pilkada, SBY tak menjawab. Ia langsung meninggalkan Istana sambil melambaikan tangan kepada wartawan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin Demokrat akan merapat ke KIH. “Untuk kasus Perppu Pilkada, saya yakin Demokrat akan bergabung dengan kami (KIH),” kata dia, Jumat (5/12).
Untuk diketahui, Golkar menolak Perppu Pilkada karena ingin kepala daerah dipilih oleh DPRD. Pilkada tak langsung menguntungkan Golkar karena mereka jadi bisa menguasai banyak posisi kepala daerah. Selaras dengan tujuannya meraup banyak kursi kepala daerah, Golkar juga mengusulkan revisi UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) untuk memperkuat posisi DPRD.