Goyahnya KMP diakui oleh politikus Gerindra Desmond Junaidi Mahesa, Kamis (11/12). Desmond meramalkan usia KMP tak bakal lebih dari tiga tahun. "Paling lama koalisi seperti ini akan bertahan hingga umur tiga tahun. Tahun keempat, kepentingan sudah berubah," kata dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan kepala daerah oleh DPRD, ujar Desmond, akan memantik perpecahan besar di tubuh KMP. Sebab partai-partai di daerah belum tentu mau berbagi kursi di pemerintahan. "Coba bayangkan partai sebesar Golkar, apakah mau berbagi (kursi kepala daerah)?" kata Desmond.
Koalisi tersebut saat ini sedang goyah karena perbedaan sikap di antara anggotanya, misalnya terkait kebijakan untuk mendukung Perppu Pilkada Langsung atau tidak. Gerindra melalui Fadli Zon sempat menolak Perppu tersebut sebelum akhirnya berbalik mendukung. Sementara Golkar yang menolak Perppu itu dalam Munas Bali juga ikut berbalik mendukung Peprpu Pilkada.
Kondisi KMP makin tak menentu karena Golkar kubu Agung Laksono menyatakan keluar dari KMP, dan PPP secara terus terang menyatakan ketidakpuasannya di koalisi itu dan mengisyaratkan akan keluar dari KMP. (Baca Dimyati: PPP Gabung di KMP Belum Ada Manfaatnya)
Politikus Golkar kubu Aburizal, Misbakhun, setuju dengan ucapan Desmond. "Saya sependapat jika KMP dikatakan tidak solid, karena memang ikatan ideologisnya tidak kuat," ujarnya.
Jikapun KMP nantinya bubar, Misbakhun berharap peta politik Indonesia akan makin beragam, bukan justru seragam. Pasalnya, peran partai penyeimbang mutlak diperlukan untuk mewujudkan demokrasi di tanah air.