Selain itu, Andi juga menyebut, konflik yang terjadi antara KPK dan Polri saat ini dapat menyebabkan tergerusnya kepercayaan publik sekaligus melambatkan program kerja presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, kata Andi, presiden kini sedang mempertimbangkan banyak cara agar konflik KPK-Polri segera berhenti. Dia menyebut, ada langkah-langkah yang sedang dijalankan oleh pihak pemerintah. Mulai dari proses politik ataupun hukum. "Ada beberapa proses yang dilakukan. Ada proses politik dan hukum," katanya.
"Ujungnya adalah Republik ini punya Kapolri dan Polri kuat, serta KPK tidak melemah. Kalau bisa tambah kuat dan berantas korupsi lebih kuat lagi," ujar Andi.
Ditanya mengenai kemungkinan mundurnya Budi Gunawan dalam waktu dekat, Andi mengaku belum dapat memastikannya. Dia juga menyebutkan, kalaupun Budi mengundurkan diri, maka pengunduran itu berdasarkan dari Budi sebagai individu.
"Setahu saya belum (akan mundur). Presiden tidak akan mendesak. Itu individu. Kalau presiden akan berikan perintah, itu harus sesuai aturan yang ada. Seperti Pak BW (Bambang Widjojanto) punya etika tertentu, secara sukarela menyatakan dirinya mundur. Etika itu berasal dari individu," tutur Andi. (meg/obs)