Dave yang juga merupakan anak kandung Agung Laksono mengungkapkan diskusi dengan Setjen DPR dilakukan untuk memperjelas status keabsahan kubunya. Menurutnya ini harus dilakukan agar tidak ada lagi saling klaim antara kubu Agung Laksono dengan kubu Aburizal Bakrie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dilakukan agar ada kejelasan dan jangan saling klaim kebenaran karena semua berpegang pada Undang-Undang," ujarnya melanjutkan.
Dave beralasan, penjagaan berlebihan yang dilakukan di lantai 12 terlalu ketat dan membuatnya sedikit tidak nyaman dengan hal itu. Bahkan Dave membandingkan penjagaan di lantai 12 yang lebih ketat dibanding penjagaan di Istana Negara.
Lebih jauh Dave pun mengungkapkan penjagaan seperti itu sangat tidak pantas dilakukan di sebuah ruang fraksi partai politik.
"Di atas pengamanan lebih dibanding di Istana Negara dan sangat tidak pantas sebagai fraksi dilakukan pengamanan," katanya. (Baca juga: Sekretariat Golkar bak Mau Perang, Anak Agung Laksono Kaget)
Sebagai mana diketahui, kubu Agung Laksono memberikan tenggat waktu bagi pimpinan fraksi yang merupakan pendukung kubu Aburizal Bakrie hari ini, sampai pukul 14.00 WIB. Jika tidak diindahkan, mereka akan mengambil alih.
Bukan dengan cara mengirim orang, tetapi akan memerintahkan pimpinan fraksi kubu Agung Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mengadakan rapat di Sekretariat Fraksi Golkar di lantai 12 Gedung Nusantara 1, Kompleks DPR, Senayan. Akibatnya, penjagaan di lantai itu pun diperketat. Tidak hanya melibatkan Pamdal DPR, tetapi juga kepolisian. (baca juga: 96 Pamdal DPR Jaga Kantor Fraksi Golkar) (hel)