Marzuki mengaku akan sulit baginya dan kader lain jika SBY kembali maju menjadi ketua umum di konres mendatang. Namun, ia yakin, sebagai seorang pemimpin, SBY akan menepati janjinya untuk tidak maju dalam bursa ketua umum.
"Saya yakin dengan janji seorang pemimpin," kata Marzuki, Rabu (22/4). (Baca juga: Syarief Hasan: Hampir Semua Kader Ingin SBY Ketum)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, Marzuki mulai memberikan pemetaan atas dukungan suara yang telah diberikan kepadanya. Pemetaan dukungan tersebut disampaikannya setelah melakukan pertemuan di Ancol bersama dengan para pemberi dukungan.
Marzuki dianggap cukup mumpuni memimpin Demokrat melihat dari riwayatnya sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai, sebelumnya Sekretaris Jenderal Demokrat 2005-2010, Sekretaris Pemenangan Pemilihan Preseiden SBY-Boediono, dan juga Ketua DPR periode 2009-2010.
Selain Kalimantan, Marzuki juga mengatakan telah mengantongi dukungan dari daerah Jawa Timur. Bahkan, ia mengatakan salah satu pendukungnya siap dipecat untuk memenangkan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2015-2020.
Lebih lanjut, Marzuki mengatakan salah satu Ketua DPC dari Sumaterra Utara juga telah mengatakan bersedia untuk mendukung Marzuki tanpa meminta imbalan.
Meskipun sudah mengantongi sejumlah dukungan untuk maju bertarung sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Marzuki masih mengakui bahwa akan sulit untuk membendung dukungan daerah kepada SBY. (Baca juga: Pasek Kukuh Bertarung Lawan SBY di Kongres Demokrat)
Diketahui, SBY terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat pada Kongres Luar Biasa pada Maret 201( lalu, untuk menggantukan Anas Urbaningrum yang terjerat perkara korupsi. Pada saat itu, SBY mengatakan hanya akan memimpin partai berlambang bintang mercy ini sampai pemilihan presiden 2014 lalu. (pit)