Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, terdapat lima anggota DPRD DKI Jakarta yang datang ke ruang kerja Lulung dan mengikuti pertemuan tertutup tersebut.
Kelima orang itu adalah tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Mohamad Taufik, Triwisaksana dan Ferial Sofyan. Hadir pula Ketua Fraksi PPP di DPRD DKI Jakarta Maman Firmansyah, dan anggota Fraksi Hanura di DPRD DKI Fahmi Zulfikar. (Lihat Juga: FOKUS Ini Soal Lulung dan Perkara UPS)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini ketemu Pak Haji (Lulung) buat dengar cerita dia saja. Iya, dia cerita ke kami," kata Taufik.
"Enggak ada yang dihadapi. UPS itu bukan urusan saya. Kalian tanya saja ULP (Unit Layanan Pengadaan). Kalau mau tahu, tanya sama Mabes Polri, tanya sama ULP kenapa UPS dilelang," ujar Fahmi dengan nada tinggi ketika dimintai keterangan oleh para wartawan.
Beberapa saat kemudian, Lulung yang belum menampakkan diri sejak datang di Gedung DPRD mempersilakan para awak media masuk ke ruangannya. Lulung sempat meminta maaf kepada media karena membiarkan menunggu terlalu lama. "Maaf lama menunggu, karena tadi ada rapat yang mendadak," ujar Lulung.
Lulung mengatakan bahwa pertemuan antara dirinya dengan kelima anggota dewan tersebut hanya membahas evaluasi dan dukungan terhadap anggota DPRD yang pernah atau masih menjadi anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta.
"Pertemuan membahas evaluasi, bagaimana mendukung teman-teman, mendukung moril kepada teman yang memang dianggap selama ini menjadi anggota Komisi E," kata Lulung menjelaskan.
Tidak ada informasi lebih lanjut yang didapatkan terkait detail isi pertemuan keenam anggota DPRD DKI Jakarta di ruang kerja Lulung tersebut.
Namun, Sani yang pada akhirnya berhasil dimintai keterangan mengatakan bahwa suasana pertemuan mereka sangat santai. Ia pun enggan memberi penjelasan atas isi pertemuan yang berlangsung tersebut.
"Maaf, itu hanya ketemu informal saja. Enggak ada yang penting untuk diinfokan," ujar Sani ketika dihubungi CNN Indonesia. (utd)