Fahri mengatakan DPR telah bersikap lunak kepada pemerintah saat Jokowi mengajukan anggaran APBNP 2015.
"Untuk anggaran, kami justru ingin akselerasi bagaimana mendukung pemerintah kemarin. Hanya tentu kami tak bisa longgar seperti APBNP 2015," kata Fahri saat ditemui di kompleks DPR RI, Jumat (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, pada pembahasan terdahulu, kata Fahri, DPR tidak mempersoalkan saat Presiden melakukan perubahan APBN. Fahri mengatakan saat itu DPR bermaksud memberi ruang bagi Jokowi sebagai Presiden Indonesia yang baru.
"Pembahasan ini harus serius dan tak bisa main-main serta tak bisa lagi minta tolong dimengerti. Harus ada evaluasi APBNP 2015 agar bisa ada keputusan untuk APBN 2016," ujarnya.
Sebelumnya DPR mengesahkan APBNP 2015 pada Februari 2015 setelah menjalani pembahasan sejak Januari 2015. Saat itu, pemerintahan Jokowi-JK baru berjalan sekitar tiga bulan. (utd)