"Kami mendorong jangan hanya islah terbatas tapi islah sekaligus saja," ujar Yasonna di kantor Kemenkumham, Jakarta, Kamis (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyarankan kedua kubu sepakat menyelenggarakan munas setelah periode pendaftaran pilkada ditutup. (Baca juga: Menghargai JK, Alasan Kubu Agung Islah Dengan Ical)
Meski sudah ada rencana islah kedua kubu, Kemenkumham tidak mengurungkan langkah mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Dalam putusannya, hakim PTUN membatalkan Surat Keputusan Menkumham yang mengesahkan kepengurusan Golkar versi Munas Jakarta pimpinan Agung Laksono.
"Proses hukum jalan terus karena kalau tidak, tidak akan ada penyelesaian yang tuntas," katanya. Langkah hukum ini tetap diperlukan jika nanti proses islah batal terwujud. (Baca juga: Kubu Agung Laksono Akan Ajukan Judicial Review PKPU)
Jelang pendaftaran pilkada Juli nanti, dua kubu Golkar mulai membicarakan perdamaian. Islah ini digelar agar Golkar bisa ikut pilkada serentak. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mantan Ketua Umum Golkar bahkan turun tangan menemui Agung Laksono dan Aburizal Bakrie untuk membahas rencana islah.
Namun islah yang dibicarakan saat ini hanya untuk kepentingan ikut pilkada semata, bukan islah permanen untuk menentukan siapa yang dinilai sah menjadi orang nomor satu di partai politik tersebut. (sur)