“Seharusnya ada manajemen krisis agar mereka dapat menangani masalah," ujar Didi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (27/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putra mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin itu khawatir krisis ekonomi dan politik akan kembali menimpa Indonesia jika Jokowi tak segera merombak kabinet.
Berbagai kalangan belakangan ini memang menyoroti kinerja jajaran menteri ekonomi Jokowi. Ketidakpuasan terlontar mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusung Jokowi, hingga relawan pendukung Jokowi. (Baca PDIP: Menteri-menteri Ekonomi Kurang Gebrakan, Rombak Saja)
“Menteri di sektor ekonomi harus dirombak. Kami menilai sektor ekonomi sudah berat sekali. Sudah sampai tahap emergency call,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pro-Jokowi Budi Arie Setiadi. (Baca Relawan Jokowi: Ekonomi RI Darurat, Rombak Menterinya)
Nama Sofyan Djalil, menurut sumber CNN Indonesia, masuk di antara 17 menteri yang telah dievaluasi Istana. Dari 17 menteri itu, empat menteri telah ditandai dan diusulkan untuk diganti karena dinilai berkinerja buruk. Nama Sofyan kembali masuk daftar menteri yang ditandai itu. (Baca juga Sofyan Djalil: Presiden Marah Laporan Pelabuhan Tak Akurat)
Selain Sofyan, ketiga menteri lain yang ditandai adalah Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. (agk)