"Saya sebagai Mendagri punya datanya tapi saya kira presiden sudah sangat tahu," ujarnya di rumah dinas Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, di Jakarta, Minggu (28/6).
Tjahjo menuturkan, tindakan yang dilakukan menteri tersebut sangatlah tidak pantas. Sebagai pembantu presiden yang telah dipercaya untuk duduk di kabinet, perbuatan itu menurutnya menunjukkan ketidakloyalan. (Baca: Legislator PAN: Jokowi Bisa Kendalikan Menterinya Tidak sih?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden menyampaikan sekarang semuanya konsentrasi kerja saja. Menteri tidak perlu terpengaruh isu reshuffle," katanya. (Baca: Jokowi: Saya Sudah Ngomong, Kalau Dicopot ya Dicopot!)
Sebagaimana diketahui, isu perombakan menteri pada Kabinet Kerja mulai berhembus belakangan ini. PDIP sebagai parpol utama pengusung pemerintah misalnya, menunut Jokowi mengganti para menteri di sektor ekonomi.
Atas dasar pencapaian sektor perekonomian nasional selama tujuh bulan ini, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Ahmad Basarah menegaskan, menteri-menteri yang dipilih Jokowi belum mampu menerjemahkan visi besar pemerintah. (Baca: Presiden Jokowi Sebut Ada Kementerian Dapat Nilai Merah)
"Jadi reshuffle itu adalah sebuah kebutuhan agar pemerintahan dapat berjalan efektif," tuturnya pagi tadi. (obs)