"Kami semua terkejut dengan ketidakmunculan Pak Haris, salah satu kandidat kami yang akan maju," kata Teguh saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, kemarin.
Haris telah memberikan pernyataan kepada sejumlah media massa lokal di Surabaya bahwa ia mundur dari proses pencalonan. (Lihat Juga: FOKUS Politik Acak Pilkada Serentak)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh tidak tahu persis apa yang terjadi dengan Haris yang merupakan kadernya itu. Yang pasti ia mengatakan sudah memberikan rekomendasi kepada Haris terkait pencalonannya pada pilkada 2015. (Baca Juga: Munculnya Calon Tunggal Menandakan Pilkada Tak Menarik)
Di sisi lain, PAN memang menilai Risma sebagai calon yang sangat kuat di Surabaya. Banyak pihak yang menganggap berat untuk melawan Risma di pilkada. Sebabnya, Risma pun maju menjadi calon tunggal.
"Kami tidak bisa memungkiri bahwa Ibu Risma mendapatkan dukungan yang sangat kuat. Banyak pihak yang menganggap melawan dia berat. Bu Risma juga masih bekerja dengan baik dari Surabaya," kata Teguh.
Namun, Teguh mengingatkan, dalam konteks demokrasi dukungan tidak hanya dari kepercayaan publik tapi juga tergantung program yang dijalankan. "Partai lain bisa maju mendaftar dalam tiga hari ini," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga pernah mengatakan banyak bakal calon kepala daerah yang takut bersaing dengan petahana. Ketakutan itu menjadi sebab minimnya nama yang tercatat saat pendaftaran pilkada.
"Saya sempat tanya, ada bakal calon yang bilang 'kalau maju percuma, saya lawan incumbent surveinya 80 persen pasti menang. Ya ngapain maju," kata Tjahjo. (utd)