Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, sebagai perwakilan rakyat maka DPR harusnya melihat bahwa kondisi Indonesia saat ini dihadapkan dengan persoalan ekonomi.
“Kami melihat ada banyak ancaman pemutusan hubungan kerja. Untuk itu pemberian fasilitas kenaikan tunjangan di tengah kinerja yang belum memuaskan bagi rakyat, bagi DPP PDI Perjuangan merupakan sesuatu yang kurang tepat," kata Hasto saat ditemui di kantor DPP PDI Perjuangan, Kamis (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Hasto mendesak agar Fraksi PDI Perjuangan mendorong penundaan kenaikan tunjangan dengan alasan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang menurun. "Tidak ada salahnya untuk mengajukan penundaan tersebut," ujarnya.
"Meskipun sebelumnya pembahasan sudah setuju tapi tidak ada salahnya bagi DPR mengembangkan seluruh sensitifitas kerakyatannya dalam menyikapi hal ini," kata Hasto.
Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Dewan Perwakilan Rakyat Dimyati Natakusumah mengatakan, kenaikan tunjangan Dewan akan mulai diterima bulan depan. Ia mengklaim tunjangan itu juga bermanfaat bagi konstituen di daerah.
"Sudah disetujui, bulan depan cair," kata Dimyati saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/9) malam.
Menurutnya, kenaikan tunjangan Dewan sudah lama diajukan dan disepakati. Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini enggan menyebutkan siapa yang pertama kali mengusulkan kenaikan tunjangan. Baginya semua anggota pasti menginginkan ada kenaikan tunjangan. (rdk)