Setya Novanto Mundur, Golkar Agung Klaim Berhak Menggantikan
Bagus Wijanarko | CNN Indonesia
Kamis, 17 Des 2015 13:09 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono mengapresiasi langkah Setya Novanto yang memilih mundur sebelum Mahkamah Kehormatan Dewan mengambil keptusan kemarin malam. Ia menyebut dengan mundurnya politisi kawakan itu dari jabatannya maka DPP Golkar yang berhak menggantikannya adalah Partai Golkar pimpinan Agung Laksono.
“SK Partai Golkar Agung Laksono belum dicabut oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” kata Dave, Kamis (17/12).
Dave sebelumnya secara tegas meminta Satye mundur dari jabatannya. Menurutnya, seniornya tersebut menunjukkan jiwa kenegarawanan di tengah desakan publik yang memintanya untuk mundur.
Partai Golkar pimpinan Agung versi Munas Ancol sendiri sejauh ini belum memunculkan profil siapa pengganti Setya sebagai Ketua DPR. Menurut Dave hal ini harus dibahas lebih dulu di rapat pleno. Melalui keputusan pleno baru muncul siapa yang layak memimpin 560 anggota dewan.
Adapun Wakil Ketua Umum Golkar kubu Aburizal Bakrie, Fadel Muhammad mengaku pihaknya sudah menyiapkan tiga nama pengganti Setya. Hal ini disampaikannya sebelum sang ketua mengirimkan surat pengunduran diri yang dibaca Wakil Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad.
“Ada banyak Wakil Ketua Umum Golkar. Saya (Fadel), Aziz Syamsuddin, dan Ade Komarudin,” kata Fadel.
Namun sejumlah pemimpin pendukung partai pemerintah meminta agar pemilihan pimpinan DPR dilakukan dengan mekanisme kocok ulang. Salah satu pengusulnya adalah politikus PDIP Tubagus Hasanuddin. Ia mengatakan pemilhan pengganti Setya harus dilakukan dengan segera. "Dengan logika sehat dalam berbangsa dan bernegara," kata dia. (bag)
“SK Partai Golkar Agung Laksono belum dicabut oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” kata Dave, Kamis (17/12).
Dave sebelumnya secara tegas meminta Satye mundur dari jabatannya. Menurutnya, seniornya tersebut menunjukkan jiwa kenegarawanan di tengah desakan publik yang memintanya untuk mundur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sejumlah pemimpin pendukung partai pemerintah meminta agar pemilihan pimpinan DPR dilakukan dengan mekanisme kocok ulang. Salah satu pengusulnya adalah politikus PDIP Tubagus Hasanuddin. Ia mengatakan pemilhan pengganti Setya harus dilakukan dengan segera. "Dengan logika sehat dalam berbangsa dan bernegara," kata dia. (bag)