Sejumlah politikus partai pendukung pemerintah kemudian meminta agar kocok ulang dilakukan dalam memilih pimpinan DPR.
Politikus PDIP Tubagus Hasanuddin berpendapat kocok ulang perlu dilakukan karena jajaran pimpinan yang sebelumnya, dihasilkan dari UU MD3 yang merupakan produk rekayasa dan kelicikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PDIP sebagai partai pemenang pemilihan presiden 2014 dan pemilik suara terbanyak di parlemen tidak mendapatkan kursi pimpinan termasuk di alat kelengkapan dewan.
"Saya sarankan segera saja berkumpul para ketua umum partai dan segera membuat kesepakatan waras," katanya.
"Partai Golkar pimpinan Agung Laksono sampai saat ini SKnya belum dicabut oleh Kemenkumham," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem Johnny G Plate menuturkan pemilihan kocok ulang memang sudah seharusnya dilakukan. Hal itu mengacu pada UU MD3 yang dibentuk pada kepemimpinan lalu. Dia mengingatkan kelima pimpinan DPR periode 2014-2019 diangkat langsung dalam satu paket.
"Tidak perlu didorong. Kocok ulang dalah konsekuensi dan sesuai UU MD3 dan tata tertib DPR RI," kata Johnny.
Terkait usulan revisi UU MD3, dia mengatakan Fraksi NasDem menyerahkan keputusan pada suara mayoritas fraksi di DPR. Sementara, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menginginkan adanya revisi UU MD3. Anggota Fraksi PKB Maman Imanulhaq menilai MD 2009 lebih logis, proposional dan demokratis.
"Setelah MD3 selesai diamandemen, segera isi unsur pimpinan dan AKD dengan orang-orang yang lebih kredible, berintegritas dan punya sikap kepemimpinan yang mumpuni," kata Maman. (utd)