Ical Yakin Pertemuan PKS dengan Jokowi Tak Ubah Formasi KMP
Damar Sinuko | CNN Indonesia
Selasa, 22 Des 2015 21:08 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memastikan pertemuan petinggi Partai Keadilan Sejahteran (PKS) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (21/12) kemarin tak akan mempengaruhi formasi politik PKS di Koalisi Merah Putih (KMP).
Aburizal justru menilai positif pertemuan yang digawangi langsung Presiden PKS Sohibul Iman tersebut.
"Langkah yang positif yang pastinya untuk kemajuan bangsa dan negara ini ke depannya", ungkap Ical usai membuka acara Musda DPD Partai Golkar Jateng di Semarang, Selasa (22/12) petang.
Disinggung soal kemungkinan PKS merapat ke Pemerintah, Ical yakin PKS belum akan mengambil langkah politik mengarah ke sana, tak terkecuali kemungkinan negosiasi politik untuk bisa menempatkan kader PKS di jajaran kabinet.
"Tidaklah, tidak akan sampai ke reshufle kabinet. Pertemuan partai politik dengan Presiden tidak selalu bicara reshufle", tambah Ical kepada CNN Indonesia.
Seperti diberitakan, Presiden PKS Sohibul Iman didampingi Wakil Sekjen Mardani Ali Sera dan beberapa pengurus PKS datang menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (21/12) kemarin. Kepada media, Presiden PKS Sohibul Iman mengakui jika pertemuan PKS dengan Presiden ini tak diinformasikan ke petinggi partai di KMP karena murni urusan internal PKS.
Ada beberapa masalah yang dibicarakan dalam pertemuan ini. Di antaranya adalah kedaulatan pangan dan penerimaan negara. “Kami apresiasi apa yang sudah dicapai pemerintahan Pak Jokowi dalam hal pencapaian pangan,” katanya. (bag)
Aburizal justru menilai positif pertemuan yang digawangi langsung Presiden PKS Sohibul Iman tersebut.
"Langkah yang positif yang pastinya untuk kemajuan bangsa dan negara ini ke depannya", ungkap Ical usai membuka acara Musda DPD Partai Golkar Jateng di Semarang, Selasa (22/12) petang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa masalah yang dibicarakan dalam pertemuan ini. Di antaranya adalah kedaulatan pangan dan penerimaan negara. “Kami apresiasi apa yang sudah dicapai pemerintahan Pak Jokowi dalam hal pencapaian pangan,” katanya. (bag)