"Rapat, kami ingin tahu bagaimana sekarang persiapan tax amnesty. Kemudian kita dapat data-data baru lagi," ujar Luhut di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (8/3).
Meski demikian, mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu enggan membeberkan lebih detail mengenai hasil rapat tersebut. "Belum bisa dibicarakan," kata Luhut.
Selain tax amnesty, dibahas pula perkembangan soal dana terorisme. "Nanti kalau sudah lengkap saya beritahu kamu," ujar Luhut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty dalam mendorong pembangunan infrastruktur dalam negeri. "Kami ingin ada aliran dana atau uang kembali dari luar masuk ke negara kita," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan anggaran besar untuk proyek pembangunan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Jokowi menjelaskan APBN Indonesia bisa menutupi Rp1.500 triliun dalam lima tahun. Padahal kebutuhan APBN Indonesia melebihi Rp5.000 triliun. Kekurangan itulah yang akan dicari dan diperkuat negara dari pendapatan negara sektor pajak atau melalui mekanisme pengampunan pajak.
Jokowi juga mengatakan draf RUU Tax Amnesty beserta Surat Presiden telah diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Ia menyerahkan sepenuhnya pembahasan RUU tersebut kepada DPR yang akan memasuki reses 16 Maret mendatang. (sip)