“Hingga kini belum ada tenaga ahli asli Papua yang bisa duduk sebagai pimpinan di PT Freeport Indonesia itu,” ujar Luhut Pandjaitan, di Jayapura, Senin (28/3) malam.
Menurut Luhut pemerintah sedang membuat program beasiswa khusus untuk jurusan sains atau teknologi dan bukan politik. Bila tidak segera dilakukan maka akan sulit bagi Papua untuk menjadi tuan di negerinya sendiri karena ketiadaan SDM yang dapat menduduki jabatan tertentu.
Padahal selain PT Freeport Indonesia juga ada perusahaan besar lainnya yang beroperasi seperti BP Tangguh di Papua Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menkopolhukam yang berkunjung ke Jayapura hingga besok itu juga menyatakan prihatin atas laporan Gubernur Papua Lukas Enembe yang menyatakan 25 persen rakyat Papua meninggal akibat menenggak minuman keras.
Dalam kasus warga yang positif HIV/AIDS, Papua berada pada urutan kedua terbanyak di Indonesia setelah Papua Barat, dan diperkirakan akan makin meningkat bila tidak segera ditangani, ujar Menkopolhukam itu pula.
Menkopolhukam didampingi Mendagri dan Kepala BIN, Selasa (29/3) dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pos Batas Lintas Negara (PLBN) Skouw yang berada di perbatasan RI-Papua Nugini.
Sejak Maroef Sjamsoeddin mengundurkan diri awal Januari 2016, jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia masih kosong.