Bambang mengatakan, tugas partai politik adalah memasok kader ke legislatif dan eksekutif. "Jadi sangat lucu saat partai politik yang memiliki tanggung jawab malah mengabaikannya dan diserahkan ke perseorangan," kata Bambang di kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Kamis (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bisa mewujudkan mimpi warga," katanya.
Pada 2012 yang lalu, PDI Perjuangan dan Gerindra mengusung pasangan Joko Widodo dan Ahok melawan pasanga Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Di atas kertas Fauzi Bowo menang jauh karena elektabilitasnya tinggi tapi yang terjadi kemudian adalah Jokowi-Ahok menang dan memimpi DKI Jakarta.
Dengan fakta itu, Taufik merasa kejadian lima tahun lalu tersebut bisa saja kembali diulang pada 2017 mendatang.
"Gerindra dan PDI Perjuangan punya pengalaman mengolah dari nol sampai menang," kata Taufik.
Bambang pun lantas menimpali kalimat Taufik dengan mengatakan, "Awal maju di DKI kami melawan petahana berelektabilitas tinggi tapi menang jadi kami tak pernah takut dengan petahana yang elektabilitasnya tinggi." (sur)