Ahok, sapaan Basuki, tak punya tumpangan saat ini pascamemutuskan keluar dari Gerindra pada 2014 lalu yang sebelumnya Ahok di bawah naungan Partai Golkar.
Awal tahun ini Ahok cukup jemawa dengan kendaraan pribadi 'Teman Ahok', agar bisa bisa maju pada Pilkada, satu juta Kartau Tanda Penduduk sebagai tiket dukungan sudah dikantongi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Ahok menilai partai politik yang mendukungnya juga harus dihargai. "Tapi kami juga harus mengapresiasi parpol yang melihat sejuta suara rakyat Jakarta yang ingin saya jadi gubernur," ujar Ahok.
Isyarat keputusan ada pada Teman Ahok. Ahok menuturkan jika Teman Ahok sepakat, maka pada Pilkada nanti akan maju melalui jalan parpol.
Pun sebaliknya, Ahok mengatakan kalau Teman Ahok ingin tetap mengusung, Ahok akan maju lewat jalur independen.
Sementara itu, Ahok juga masih yakin dirinya bakal diusung oleh partai penguasa di DKI Jakarta, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan jika maju lewat partai politik. Ahok mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soerkanoputri sudah sejak dlu ingin mengusungnya.
"PDIP bicara sistem, tdk mungkin mendukung independen. Tapi kalo putusan ini kami pakai tiga parpol, misalnya DPP PDIP juga mencalonkan saya, ini mungkin bisa ketemu," kata Ahok.
PDI Perjuangan punya 28 kursi legislatif dan memastikan dapat mengusung calon tanpa harus berkoalisi karena melebih persyaratan kursi minimal 22 kursi DPRD Jakarta.
Untuk pasangan yang bakal menjadi wakil gubernurnya, Ahok percaya partai akan menyerahkan semua keputusan kepadanya. Namun hingga kini Ahok belum memutuskan, menggunakan kendaraan 'umum' Teman Ahok atau 'mobil mewah' yang disediakan partai moncong putih. (pit)