Ahok, sapaan Basuki, mengibaratkan dirinya sebagai pemain yang menanti nasib di penghujung waktu, alias injury time. Seiring waktu yang kian mendekati masa pencalonan, Partai Hanura, NasDem, dan Golkar masih terus mendekati partai besutan Megawati Soekarnoputri yang menjadi pemilik suara terbesar di Jakarta.
"Tiga parpol kan komunikasi terus dengan PDI Perjuangan. Tiga parpol ini tahu betul bahwa saya ini sama PDIP dekat banget. Mereka tahu banget," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, perubahan konstelasi politik injury time itu juga terjadi jelang pendaftaran calon pada Pilkada 2012. Saat itu, kata dia, banyak pihak termasuk Partai Gerindra tak pernah berpikir bahwa dirinya yang ditunjuk Megawati untuk mendampingi Joko Widodo.
Pada Pilkada kali ini, Ahok mengisyaratkan keputusan bakal tercipta pula di penghujung waktu jelang pendaftaran calon gubernur jalur partai politik yang dibuka pada 19-21 September mendatang.
"Ini saja masih Agustus, belum 17 Agustus. Masih sebulan lebih dong. Kalau ke 21 September masih lama lagi dong," ujar Ahok
Ahok menyebut dirinya akan selalu terbuka kapapun PDI Perjuangan ingin mengusungnya. Ahok mensyaratkan dukungan tersebut tak mengharuskannya menjadi anggota atau kader PDI Perjuangan lantaran dia sudah tak ingin masuk partai politik lagi.
Apapun keputusan PDI Perjuangan nantinya, Ahok mengatakan tiga partai pengusung akan menyerahkan semua keputusan kepada dirinya. (gil)