"Jika dia tidak diangkat kembali menjadi Menteri ESDM, negeri ini harus mengupayakan agar Arcandra tetap mengabdikan diri di sektor migas dan minerba," ujar Kurtubi dalam acara bincang-bincang di Jakarta, Sabtu (20/8).
Kurtubi kemudian menjelaskan bahwa di samping masalah kewarganegaraan, Arcandra sebenarnya adalah orang yang mumpuni, termasuk dalam mengontrol biaya yang diajukan oleh investor migas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keahlian ini, kata Kurtubi, sangat dibutuhkan karena sektor migas di Indonesia menganut sistem bagi hasil dengan kontraktor, di mana seluruh cost ditanggung oleh negara.
Namun untuk mengabdi kepada negara, kata Kurtubi, tidak harus menjadi menteri. "Bisa kita attach di Pertamina atau di perusahaan minerba tunggal negara yang sedang kita rencanakan, itu dibutuhkan keahlian seperti Arcandra," tutur Kurtubi.
Ketika ditanya ihwal kemungkinan Arcandra diangkat kembali menjadi menteri, Kurtubi hanya menjawab, "Jika kewarganegaraannya sudah selesai dan presiden ingin mengangkat dia kembali, ya itu hak prerogatif presiden. Yang penting keahliannya, pemahamannya, dan jiwa nasionalismenya."