Dua nama itu, menurut Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, merupakan dua dari 17 nama yang mendukung gerakan Golkar Bersih.
Gerakan itu mendukung pergantian kepemimpinan di Partai Golkar di tengah persoalan kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menjerat Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doli mengungkapkan, pekan lalu, dia sudah bertemu dengan Yorrys dan Nusron di Kantor DPP Golkar untuk membicarakan persoalan Setya Novanto.
Kata Doli, ada 15 nama lain yang juga merespons positif dan memberi dukungannya kepada gerakan Generasi Muda Golkar.
Ke-15 nama itu, yakni, Kahar Muzakir, Lodewijk Paulus, Airlangga Hartarto, Ibnu Munzir, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainuddin Amali, Eni M Saragih, Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga.
Selain itu, Gatot Sudjito, M. Sarmuji, TB. Ace Hasan Syadzily, Ichsan Firdaus, dan Ridwan Hisyam.
Selain itu, Doli mengatakan, hingga kini generasi muda Golkar belum pernah mendapat ajakan dialog atau komunikasi formal dari DPP Golkar untuk membicarakan persoalan internal Golkar.
"Apabila kami diundang, diajak dialog dengan siapapun kami terbuka. Tapi sampai dengan hari ini kami belum mendapat undangan, ajakan untuk membicarakan ini," ujarnya.