Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pun hadir di sana. Mantan calon presiden dalam pemilu 2014 itu pun melontarkan orasi terkait krisis kemanusiaan yang dialami etnis minoritas Rohingya di Myanmar saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai, serangan terhadap Jokowi akan berdampak pada Prabowo jelang Pilpres 2019.
Pernyataan Prabowo, ia menilai, tidak mencerminkan sikap seorang negarawan. Prabowo dan Amien, dianggap Pangi, dengan 'telanjang' mempertontonkan kekacauan logika dalam berpikir.
"Bagaimana ceritanya pemerintah respons membantu krisis kemanusian Rohingya dituduh macam-macam? Serba salah Presiden kita di mata mareka," kata pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Voxpol Center tersebut.
Di mata Pangi, seorang negarawan adalah sosok yang harus lihai dan piawai mengelola dan mencari pemilihan kata serta kalimat yang tepat setiap berkomentar. Sebab, ada konsekuensi logis apabila salah dalam berpendapat apalagi di tataran politik.
"Risikonya enggak main-main dan bisa blunder seperti sekarang," ujarnya.
Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Presiden PKS, Sohibul Iman (kiri) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, 16 September 2017. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
"Yang mengatakan bantuan kemanusian Jokowi sebagai pencitraan, menurut saya ini langkah politik yang blunder," katanya.
Yunarto pun menyayangkan sikap Prabowo yang seharusnya memahami konteks hubungan internasional antara Indonesia dan Myanmar.
"Apapun posisi Prabowo yang berseberangan politik [dengan Presiden RI, Joko Widodo], harusnya ikut mengapresiasi bantuan kemanusiaan karena itu bersifat netral dan berimplikasi konkret," ujarnya.
Bantuan kemanusiaan Indonesia kloter pertama untuk pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh, 14 September 2017, sekitar pukul 18.00 waktu setempat. (Biro Pers Setpres/ Cahyo) |
Yunarto menduga sikap tersebut dapat mendegradasi citra Prabowo yang justru mulanya sudah terlihat baik. Yunarto mencontohkan, citra positif itu terbentuk ketika Prabowo tampak berbesar hati menerima kekalahannya pada Pilpres 2014.
Pendiri Partai Gerindra itu datang ke acara pelantikan Jokowi sebagai Presiden. Tak hanya itu, Prabowo pun menerima Jokowi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor pada Oktober 2016.
"Saya menyayangkan Prabowo yang sepertinya terbawa oleh sikap destruktif Amien Rais yang selalu bersikap negatif dalam menyikapi Pemerintah," kata Yunarto.
Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya kembali mengemuka sejak Iduladha tahun ini. Etnis muslim minoritas itu bahkan harus melintasi batas dari Rakhine, Myanmar, ke Bangladesh untuk mengungsi.
Sedikitnya 1.000 orang, khususnya Rohingya, diperkirakan tewas sejak krisis kemanusiaan di Rakhine kembali bergejolak akibat bentrokan militer dan kelompok milisi di wilayah itu, 25 Agustus lalu.
Sejak itu, ratusan ribu Rohingya dan etnis minoritas lain dikabarkan melarikan diri keluar Rakhine atau Myanmar dan mengungsi ke negara tetangga seperti Bangladesh, Thailand, dan Malaysia.
Pengungsi Rohingya mencoba melintasi batas negara menuju Bangladesh demi keselamatan jiwa dan menghindari persekusi di Rakhine, Myanmar. (REUTERS/Danish Siddiqui) |
Terkait situasi di Arakan, Indonesia lewat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakukan dialog diplomasi dengan pemerintah Myanmar dan Bangladesh. Selain itu, di tataran bantuan, bantuan kemanusiaan kloter pertama dari Indonesia telah dikirim ke Bangladesh untuk disalurkan ke tempat pengungsian.


