Misi Rosetta untuk mengejar komet 67P bukan perkara mudah. Butuh pesawat cepat, untuk meraih komet yang jaraknya 498 juta kilometer dari Bumi itu. Rosetta, demikian nama pesawat tersebut. Di dalamnya juga terdapat Philae yang nantinya bertugas di permukaan komet.
Setelah dilepas dari Rosetta, Philae meleset kearah komet yang dituju. Sempat beberapa kali terpental, tergelincir, namun akhirnya bisa mendarat dengan sempurna. Para ilmuwan yang menyaksikan langsung pendaratan langsung bersorak setelah kesuksesan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komet yang dipiih ESA tidak sembarang. Sebelumnya, diketahui bahwa komet 67P mengandung unsur-unsur yang mirip dengan Bumi, air misalnya. Sehingga bisa dijadikan acuan untuk menceritakan kehidupaan awal di Bumi.
Lalu data akan dikirimkan ke bumi lewat pesawat pengorbit. Begitu pula material yang dibor oleh komponen bernama SD2 (sampling, drilling, and distribution subsystem) yang ada di badan Philae.
"Contoh itu membawa banyak informasi baru tentang asal-usul planet kita. Air yang ada di Bumi, apakah itu memang berasal dari komet seperti itu?,” kata Direktur ESA Thomas Reiter.
"Mungkinkah kehidupan tidak berasal dari Bumi, tapi dibawa ke Bumi melalui komet tersebut. Dan saya pikir itu semua adalah alasan yang tepat untuk semua upaya ini,” tambah Reiter.