MISI ANTARIKSA

Mengenang Istrebitel Sputnikov, Satelit Pembunuh Soviet

Deddy S, CNN Indonesia | Kamis, 20/11/2014 15:15 WIB
Sebuah objek di ruang angkasa dicurigai sebagai satelit Rusia. Benarkah Rusia mengaktifkan program Istrebitel Sputnikov alias satelit pembunuh satelit? Ilustrasi penghancuran satelit (Dok. Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Astronom amatir dan pengamat ruang angkasa mencurigai sebuah objek di ruang angkasa sebagai satelit Rusia. Objek yang dinamai Object 2014-28E itu disebut satelit yang mampu membunuh satelit lain.

Mereka jadi teringat pada program Istrebitel Sputnikov dari era Perang Dingin. Istrebitel Sputnikov adalah satelit pembunuh satelit. Program ini dihentikan ketika Uni Soviet runtuh di awal 1990-an.

Apakah Istrebitel Sputnikov? Program ini bermula ketika pada 1 Mei 1960, sebuah rudal antipesawat milik Uni Soviet menjatuhkan sebuah pesawat U-2 milik Amerika Serikat. U-2 ini sedang menjalankan misi reconnaissance di teritori Soviet.

Peristiwa itu membuat Presiden Eisenhower melarang penerbangan di atas udara Soviet. Intelijen AS kemudian memakai satelit untuk memata-matai Soviet. Sebaliknya, Soviet pun menggelar program untuk menangkalnya.


Adalah Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet, yang menerima proposal untuk mempelajari kemungkinan mengintersepsi dan menghancurkan satelit musuh. Vladimir Chelomei ditunjuk untuk mendesain program antisatelit itu.

Menurut memoar dari putra Khrushchev, Sergei, Chelomei sudah punya ide penghancur satelit itu sejak 1959. Penghancur satelit dalam bahasa Rusia adalah istrebitel sputnikov.

Chelomei dan bironya, OKB-52, kemudian mendesain kapal ruang angkasa dan rudal balistik UR-200. Tapi sebetulnya seluruh program ini dibebankan kepada sebuah tim yang dipimpin oleh Anatoly Savin di KB-1, yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan sistem pertahanan antirudal. Secara keseluruhan, ada 23 peluncuran sebagai ujicoba Istrebitel Sputnikov.

Pada Mei 1987, Mikhail Gorbachev memimpin Partai Komunis Soviet dan kepadanya didemonstrasikan sejumlah teknologi perang, termasuk teknologi antisatelit itu.

Saat itu dipamerkan pesawat Istrebitel Sputnikov dan prototipe platform antisatelit dan antirudal yang disebut sebagai Naryad alias Penjaga. Tapi Gorbachev menolak tegas program itu.    

Kini dengan terlacaknya benda di antariksa yang mencurigakan, benarkah Rusia menghidupkan lagi program Istrebitel Sputnikov?

“Saya tidak tahu benda apa itu,” tutur Patricia Lewis, seorang pakar keamanan antariksa dari lembaga think-tank Chatham House kepada sejumlah media, Kamis (10/11) waktu setempat.

Robert Christy, pakar antariksa, mengatakan selalu bisa ditarik kesimpulan mengenai sesuatu yang belum dipahami. “Karena tak seorang pun tahu dengan tepat, apa sebenarnya objek itu,” katanya.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK