Mereka jadi teringat pada program Istrebitel Sputnikov dari era Perang Dingin. Istrebitel Sputnikov adalah satelit pembunuh satelit. Program ini dihentikan ketika Uni Soviet runtuh di awal 1990-an.
Apakah Istrebitel Sputnikov? Program ini bermula ketika pada 1 Mei 1960, sebuah rudal antipesawat milik Uni Soviet menjatuhkan sebuah pesawat U-2 milik Amerika Serikat. U-2 ini sedang menjalankan misi reconnaissance di teritori Soviet.
Peristiwa itu membuat Presiden Eisenhower melarang penerbangan di atas udara Soviet. Intelijen AS kemudian memakai satelit untuk memata-matai Soviet. Sebaliknya, Soviet pun menggelar program untuk menangkalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut memoar dari putra Khrushchev, Sergei, Chelomei sudah punya ide penghancur satelit itu sejak 1959. Penghancur satelit dalam bahasa Rusia adalah istrebitel sputnikov.
Pada Mei 1987, Mikhail Gorbachev memimpin Partai Komunis Soviet dan kepadanya didemonstrasikan sejumlah teknologi perang, termasuk teknologi antisatelit itu.
Saat itu dipamerkan pesawat Istrebitel Sputnikov dan prototipe platform antisatelit dan antirudal yang disebut sebagai Naryad alias Penjaga. Tapi Gorbachev menolak tegas program itu.
Kini dengan terlacaknya benda di antariksa yang mencurigakan, benarkah Rusia menghidupkan lagi program Istrebitel Sputnikov?
“Saya tidak tahu benda apa itu,” tutur Patricia Lewis, seorang pakar keamanan antariksa dari lembaga think-tank Chatham House kepada sejumlah media, Kamis (10/11) waktu setempat.
Robert Christy, pakar antariksa, mengatakan selalu bisa ditarik kesimpulan mengenai sesuatu yang belum dipahami. “Karena tak seorang pun tahu dengan tepat, apa sebenarnya objek itu,” katanya.