SERANGAN SIBER
Diretas, Lima Film Sony Bocor di Internet
CNN Indonesia
Senin, 01 Des 2014 14:12 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Minggu ini dapat menjadi pekan paling berat yang dialami Sony. Setelah mengalami peretasan, kini dilaporkan ada beberapa film hasil produksi Sony Pictures Entertaiment yang bocor di dunia maya.
Berdasarkan laporan Veriety, setidaknya ada lima salinan film yang bocor dan dapat diunduh secara online.
Film tersebut adalah Fury, Annie, Mr. Turner, Still Alice dan To Write Love on Her Arms telah banyak muncul dalam situs berbagi file dan dapat diunduh dengan leluasa oleh para pengguna internet.
Bahkan, menurut TorrentFreak, Fury menjadi film paling populer diunduh di The Pirate Bay setelah bocor.
Dikutip dari TheVerge, seorang juru bicara Sony mengatakan bahwa pencurian konten Sony Pictures Entertaiment adalah masalah kriminal dan mereka akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengatasi hal tersebut.
Sony Pictures Entertaiment dilaporkan telah diretas pekan lalu. Serangan ini mengakibatkan tumbangnya sistem sehingga tidak dapat diakses.
Bahkan, menurut Recode, serangan ini telah mengunci sistem Sony hingga memaksa para karyawan untuk bekerja dengan pena dan kertas selama sistem masih tumbang.
Diduga aksi ini dilakukan oleh para peretas yang berasal dari Korea Utara. Pada tahun 2013 lalu, peretas yang juga berasal dari Korea Utara mengklaim telah menyerang jaringan siaran televisi Korea Selatan dan sistem keuangan, sehingga serangan ini melumpuhkan beberapa jaringan mesin ATM di Korea Selatan.
Berdasarkan laporan Veriety, setidaknya ada lima salinan film yang bocor dan dapat diunduh secara online.
Film tersebut adalah Fury, Annie, Mr. Turner, Still Alice dan To Write Love on Her Arms telah banyak muncul dalam situs berbagi file dan dapat diunduh dengan leluasa oleh para pengguna internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari TheVerge, seorang juru bicara Sony mengatakan bahwa pencurian konten Sony Pictures Entertaiment adalah masalah kriminal dan mereka akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengatasi hal tersebut.
Bahkan, menurut Recode, serangan ini telah mengunci sistem Sony hingga memaksa para karyawan untuk bekerja dengan pena dan kertas selama sistem masih tumbang.
Diduga aksi ini dilakukan oleh para peretas yang berasal dari Korea Utara. Pada tahun 2013 lalu, peretas yang juga berasal dari Korea Utara mengklaim telah menyerang jaringan siaran televisi Korea Selatan dan sistem keuangan, sehingga serangan ini melumpuhkan beberapa jaringan mesin ATM di Korea Selatan.