Asteroid yang dimaksud badan antariksa Amerika itu memang bukan astroid biasa, melainkan punya ukuran besar sampai-sampai layak disebut planet kecil. Asteroid itu dinamai Ceres.
NASA sudah menyiapkan beberapa misi untuk mendatangi asteroid tersebut, dimulai dengan mengirim sebuah pesawat nirawak bernama Dawn yang dijadwalkan tiba pada Maret 2015 mendatang.
Lihat juga:Asteroid Sebesar Gunung Sedang Menuju Bumi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah awal tata surya terbentuk dikenal sebagai periode Late Heavy Bombardment, masa gemuruh nan kacau di mana dampak dahsyat dari asteroid adalah hal biasa. Apabila kehidupan di Bumi sudah ada sebelum era berbahaya ini, tandanya peradaban tersebut sudah musnah dan harus dimulai lagi dari awal setelah banyaknya puing kosmik yang pada saat itu harusnya sudah dibersihkan.
Lihat juga:Akankah Asteroid Sebesar Gunung Hantam Bumi? |
Menariknya, Ceres dikabarkan terhindar dari serangan dahsyat kala itu. Jika Ceres terkena hantaman, berarti asteroid raksasa ini kehilangan seluruh mantel air karena daya gravitasi terlalu lemah untuk 'menangkapnya' kembali.
Hootkooper mengatakan Ceres masih bisa memberikan data awal sejarah tentang pembentukan lautan di Bumi. Jika Bumi disterilkan oleh dampak kolosal namun Ceres 'menerima' peradaban yang berhasil selamat, lantas apakah planet kerdil ini kembali menyemai kehidupan makhluk hidup dengan pecahan bebatuan yang terkelupas dann menabrak Bumi?
Kita tunggu saja bagaimana hasil penelitian NASA ketika berhasil menyambangi Ceres yang dijadwalkan akan tiba sekitar bulan Maret atau April mendatang.
Misi Dawn telah diluncurkan sejak 27 September 2004 lalu. Tujuan misi ini adalah untuk mempelajari dua objek asteroid, yakni Vesta dan Ceres. Vesta sendiri adalah asteroid yang komposisinya penuh batu, berbeda dengan Ceres yang diyakini mengandung banyak materi es.