APLIKASI KEAMANAN
Ketika Antivirus Eset Terlibat Perang dengan Viber
CNN Indonesia
Kamis, 18 Des 2014 20:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan antivirus Eset, terlibat 'perang' kecil dengan Viber, perusahaan aplikasi pesan instan yang sedang naik daun. 'Perang' itu terjadi setelah pengguna NOD32, antivirus buatan Eset, tak bisa mengunduh aplikasi Viber.
Seperti dilansir oleh neowin.net, NOD32 rupanya menandai software installer Viber sebagai ancaman. Alhasil calon pengguna Viber tak bisa menginstal aplikasi tersebut.
Keadaan ini rupanya tak hanya membikin pengguna bertanya-tanya. Tim Viber pun merasa terganggu.
Tim Viber mencuit lewat akun @Viber dengan tanda pagar #EsetSucks. Dalam cuitannya mereka menyebut NOD32 itu tak ubahnya badut dan pengguna harus meng-unistall.
Tapi balasan Eset di akun @esetglobal menarik. Tim Eset meminta maaf kepada @Viber seraya mengatakan bahwa privasi konsumennya lebih utama. Mereka menyebut source code di installer Viber menunjukkan aplikasi itu akan mengunduh dan menarik data statistik penginstalnya.
Eset juga menambahkan gambar kode di balik program installer Viber seraya mencantumkan tanda pagar #esetDOESNTsuck.
[Gambas:Twitter]
Yudhi Kukuh dari Eset Indonesia mengatakan antivirus Eset memang selalu memeriksa seluruh aplikasi yang diunduh penggunanya apakah ada atau tidak data yang keluar masuk secara tersembunyi.
"Kasus seperti ini digolongkan sebagai Potentially Unwanted Application," kata Yudhi kepada CNN Indonesia, Kamis (18/12) malam. "Dikhawatirkan akan mendownload aplikasi lain yang mungkin dapat mengganggu atau membahayakan pemilik komputer."
Seperti dilansir oleh neowin.net, NOD32 rupanya menandai software installer Viber sebagai ancaman. Alhasil calon pengguna Viber tak bisa menginstal aplikasi tersebut.
Keadaan ini rupanya tak hanya membikin pengguna bertanya-tanya. Tim Viber pun merasa terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi balasan Eset di akun @esetglobal menarik. Tim Eset meminta maaf kepada @Viber seraya mengatakan bahwa privasi konsumennya lebih utama. Mereka menyebut source code di installer Viber menunjukkan aplikasi itu akan mengunduh dan menarik data statistik penginstalnya.
Eset juga menambahkan gambar kode di balik program installer Viber seraya mencantumkan tanda pagar #esetDOESNTsuck.
[Gambas:Twitter]
Yudhi Kukuh dari Eset Indonesia mengatakan antivirus Eset memang selalu memeriksa seluruh aplikasi yang diunduh penggunanya apakah ada atau tidak data yang keluar masuk secara tersembunyi.
"Kasus seperti ini digolongkan sebagai Potentially Unwanted Application," kata Yudhi kepada CNN Indonesia, Kamis (18/12) malam. "Dikhawatirkan akan mendownload aplikasi lain yang mungkin dapat mengganggu atau membahayakan pemilik komputer."