Seperti dilansir oleh neowin.net, NOD32 rupanya menandai software installer Viber sebagai ancaman. Alhasil calon pengguna Viber tak bisa menginstal aplikasi tersebut.
Keadaan ini rupanya tak hanya membikin pengguna bertanya-tanya. Tim Viber pun merasa terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi balasan Eset di akun @esetglobal menarik. Tim Eset meminta maaf kepada @Viber seraya mengatakan bahwa privasi konsumennya lebih utama. Mereka menyebut source code di installer Viber menunjukkan aplikasi itu akan mengunduh dan menarik data statistik penginstalnya.
Eset juga menambahkan gambar kode di balik program installer Viber seraya mencantumkan tanda pagar #esetDOESNTsuck.
[Gambas:Twitter]
Yudhi Kukuh dari Eset Indonesia mengatakan antivirus Eset memang selalu memeriksa seluruh aplikasi yang diunduh penggunanya apakah ada atau tidak data yang keluar masuk secara tersembunyi.
"Kasus seperti ini digolongkan sebagai Potentially Unwanted Application," kata Yudhi kepada CNN Indonesia, Kamis (18/12) malam. "Dikhawatirkan akan mendownload aplikasi lain yang mungkin dapat mengganggu atau membahayakan pemilik komputer."