Kementerian Perhubungan Taiwan menyatakan bahwa Uber melanggar undang-undang yang berlaku di sana karena mobil yang beroperasi tak memiliki izin layanan transportasi.
Kementerian Perhubungan juga sedang berdiskusi dengan Kementerian Perekonomian untuk mencabut pendaftaran bisnis Uber di Taiwan, karena perusahaan mempekerjakan pengemudi tanpa izin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Uber mengatakan mereka kecewa dengan kebijakan kementerian setempat karena perusahaan mengklaim telah mengikuti aturan yang ada.
"Kami telah terlibat banyak percakapan yang konstruktif dengan pemerintah daerah dan berharap untuk menemukan titik terang," kata juru bicara.
Selain di Taiwan, Uber juga sedang diawasi oleh pemerintah di Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Spanyol. Bahkan, di negara asalnya, Amerika Serikat, Uber juga dianggap bermasalah oleh sejumlah negara bagian.
Perusahaan ini didirikan di San Francisco, California, oleh Travis Kalanick dan Garreth Camp pada 2009 silam. Dalam waktu singkat, Uber kini telah bernilai US$ 41,2 miliar.